Gempur Gaza Membabi Buta Israel Mau Dibiarin?

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Israel benar-benar kejam. Dua hari berturut-turut, negeri Zionis itu menggempur Jalur Gaza. Bom-bom dijatuhkan dari atas pesawat tempur dan roket-roket diluncurkan. Gaza jadi lautan api. Lalu, Israel mau dibiarin? Pasukan Israel mulai menggempur Jalur Gaza sejak Senin (25/3) malam. Israel beralasan membalas serangan Hamas yang menghancurkan sebuah rumah keluarga dan melukai tujuh orang di bagian utara Tel Aviv. Hamas menembakkan roket dari jarak sekitar 120 km (75 mil), menjadikannya serangan jarak jauh dari Gaza yang menyebabkan korban sejak perang terakhir di Gaza pada 2014.

PM Benjamin Netanyahu segera pulang dari lawatannya ke Washington untuk menuntut balas. Pada Senin malam, militer Israel merilis cuitan yang menyebutkan “lusinan roket” telah ditembakkan ke Israel. Juru bicara militer Israel Mayor Mika Lifshitz menuduh Hamas, yang telah berperang tiga kali melawan Israel sejak 2008, bertanggung jawab atas serangan roket.


“Ini adalah roket Hamas, dibuat sendiri oleh Hamas. Roket mempunyai daya jangkau lebih dari 120 km. Kami menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua yang terjadi di Jalur Gaza,” tegas Lifshitz.

Berita Terkait : Nangis Gaza Dibom, Mahathir Hujat Israel

Lifshitz pun menyebut, militer Israel mengerahkan dua brigade tambahan di wilayah sekitar Gaza. Pihak berwenang negeri Bintang Daud juga menutup pos lintas batas dengan Gaza di Kerem Shalom dan Erez, dan menutup jalan serta menghentikan sementara aktivitas pertanian di dekat pagar batas dengan Gaza.

Pesawat-pesawat tempur Israel pada Senin malam dan Selasa melancarkan serangkaian serangan intensif pada beberapa sasaran di seluruh Gaza. Kantor informasi pemerintah di Gaza mengatakan, bahwa tentara Israel melancarkan lebih dari 50 serangan di berbagai wilayah sektor tersebut, menargetkan lokasi yang berbeda, dan melukai sepuluh orang.


Foto-foto yang dilansir Reuters menunjukkan kobaran api menyala terang di langit Gaza yang kelam. Pesawat-pesawat militer pendudukan Israel hingga kemarin masih intensif menyerang ke posisi-posisi perlawanan di Jalur Gaza. Media Palestina Safa melaporkan, pesawat Israel menembakkan rudal ke posisi perlawanan di daerah Maan sebelah timur Khan Younis, setelah sempat menjauh pesawat milter itu kembali menggempurnya di lokasi yang sama.

Berita Terkait : Gaza Luluh-Lantak Diserbu Israel, Dunia Kok Diam Saja?

Sementara pesawat militer lainnya menggempur wilayah lainnya yang diklaim sebagai basis perlawanan di daerah Bani Suhaila Khan Younis. Pesawat tersebut juga menargetkan pos pengawasan di timur Rafah dengan lima roket. Lusinan ledakan mengguncang daerah kantong pantai dan sirene ambulans bergema di jalan-jalan yang sebagian besar kosong. Di satu lingkungan Gaza, orang bergegas membeli bahan makanan untuk mengantisipasi eskalasi yang panjang.

Meski mengklaim menyasar Hamas, nyatanya serangan militer Israel juga ikut menghancurkan rumah-rumah warga sipil Palestina. Dari foto-foto yang dilansir dari Reuters, tampak rumah-rumah warga sipil Palestina rata dengan tanah. Tampak beberapa warga, di antaranya anak-anak, tengah mengaisngais puing-puing bangunan untuk mencari harta mereka yang tertinggal. Kementerian Pekerjaan Umum Palestina mengungkapkan, serangan udara Israel ke Gaza, Palestina, menghancurkan 500 rumah. Jumlah itu belum termasuk 30 rumah yang rusak parah nyaris rata dengan tanah.


Sekjen PBB Antonio Guterres Senin mengungkapkan dirinya sangat prihatin atas perkembangan terbaru di Jalur Gaza. Ia menyebut serangan roket sebagai pelanggaran serius dan tidak dapat diterima sama sekali. Guterres mendesak semua pihak agar benar-benar menahan diri. [OKT]

RM Video