Bela Yerusalem, Paus Senangkan Palestina

Klik untuk perbesar
Paus Fransiskus

RMco.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus membuat senang Palestina sekaligus menyarankan si zionis Israel mikir. Kata Paus, Yeru- salem harus jadi simbol hidup ber- dampingan tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi. Tak boleh Israel melakukan kekerasan atas nama Tuhan.

Pernyataan ini diucapkan Paus dalam deklarasi bersama Raja Ma- roko Mohammed VI, saat kunjungan pertamanya ke negara di Afrika Utara tersebut, Sabtu (30/3). Keduanya, menyebut Yerusalem sebagai warisan kemanusiaan untuk banyak keyakinan. Paus juga menyerukan kebebasan beragama dan upaya untuk mengatasi ‘fanatisme’ dalam beragama.


Paus melakukan kunjungan ke Maroko untuk bertemu dengan para pemimpin Muslim dan migran di negeri 90 persen pemeluk Islam tersebut. Berbicara di hadapan ribuan masyarakat Maroko, Paus menegaskanpentingnya melawan fanatisme dalam agama, dan melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan Tuhan.

Berita Terkait : BBM Arus Mudik Lancar, Pertamina Siaga Arus Balik

“Hiduplah sebagai saudara,” katanya di hadapan kerumunan sekitar 25 ribu orang saat upacara penyambutan. Deklarasi pro Palestina ini juga didukung Raja Maroko, Mohammed VI. Orang nomor satu di Maroko itu juga menjabat sebuah komite Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang bertugas melindungi dan memulihkan warisan agama, budaya dan arsitektur Yerusalem.

Raja Mohammed VI menolak agama sebagai justifikasi serangan teror. “Yang dimiliki oleh teroris bukanlah agama, (tapi) itu justru karena ketidaktahuan terhadap agama. Sudah saatnya agama tidak lagi menjadi alasan untuk intoleransi,” katanya.


Pernyataan ini tentu menyenangkan Palestina. Pasalnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump semakin condong ke Israel, melalui pengakuan sepihaknya. Bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel. Ini memicu kemarahan negara-negara Islam, mengingat Palestina menganggapnya sebagai bagian dari teritori di masa depan.

Berita Terkait : Jelang Puncak Arus Balik, Pertamina Siagakan Pasokan BBM

Krisis keagamaan di Yerusalem khususnya di Masjid Al-Aqsa menjadi perhatian dunia internasional beberapa pekan terakhir. Ini berawal ketika yayasan pengelola kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Waqf, menentang peraturan Israel yang melarang umat Islam beribadah di Gerbang Emas (Golden Gate), salah satu bangunan di masjid tersebut.

Penentangan terjadi menyusul insi- den bentrokan antara jamaah masjid dan polisi Israel terkait penggunaan Gerbang Emas yang ditutup negara zionis tersebut sejak 2003. Kondisi begini, direspon dunia, salah satunya Parlemen Yordania.


Di Yordania, pemerintahnya didesak mengusir Duta Besar Israel di Amman. Hal itu sebagai respons atas kebijakan Israel terhadap pembatasan beribadah di kompleks Masjid Al Aqsa. Parlemen Yordania juga mendesak pemerintah untuk mengangkat isu agresi Israel ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Parlemen Yordania juga meminta pemerintah mendorong DK PBB agar menghentikan pelanggaran Israel dan melindungi warga Palestina. [BSH]

RM Video