Antusias Nyoblos Di LN, WNI Gelar Pesta Rakyat Dan Pakai Baju Adat

Klik untuk perbesar
Penari tradisional menyajikan tarian usai acara pencoblosan, Sabtu (13/4). (Foto : KJRI Houston).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sesuai namanya, pesta demokrasi, pemilu di luar negeri disambut antusias dan bahagia. Ada juga yang menggelar pesta rakyat berupa hiburan, ada juga bazar makanan.

Warga negara Indonesia di luar negeri telah mencoblos pada 8-14 April. Penghitungan suara dserentak 17 April. Di Budapest, pemilu berlangsung, Sabtu (13/4).

Di TPS 001 Budapest, seluruh petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan KPPSLN mengenakan pakaian adat untuk menyelami makna Bhinneka Tunggal Ika, yakni walaupun berbeda-beda tetap satu jua.

Lain lagi di Houston, Amerika Serikat. Pemilu benar-benar menjadi ajang pesta rakyat. Selain menyediakan tempat pemungutan suara, Konsulat Jenderal RI Houston juga menggelar bazar Indonesia Spring Market 2019 yang diisi lebih dari 40 booth.

Berita Terkait : Antusiasme WNI Nyoblos Di Belgia dan Luksemburg

Para vendor menjual berbagai suvenir, pakaian, dan jajanan khas Indonesia. Bazar dihadiri pengunjung baik masyarakat Indoensia maupun masyarakat lokal AS.


Dalam memeriahkan suasana pemilu dan mengobati kerinduan pada Tanah Air, KJRI Houston juga membuka panggung hiburan dengan berbagai penampilan tari dan karaoke dangdut para pengujung.

Lain halnya di Jerman, khususnya di Hamburg, Berlin dan Stuttgart, para WNI nampak antusias memberikan hak suara mereka meski suhu di liar sangat dingin.

Sejak pukul 5 pagi, Sabtu (13/4), panitia terlihat menggotong kotak suara ke dalam gedung. Makanan juga mulai dipersiapkan. Ini adalah TPS terbesar di Eropa, sekitar 1.300 orang datang untuk mencoblos langsung, sementara untuk pemilihan lewat pos sudah ada 456 suara yang masuk.

Berita Terkait : Nyoblos Di Helsinki, WNI Juga Kangen-kangenan

Di kota Frankfurt, antusiasme warga Indonesia untuk mencoblos juga tinggi, meski cuaca sangat dingin, hanya berkisar 4 derajat celsius. Lokasi pemilihan di Frankfurt dilakukan di Haus am Dom di pusat kota yang juga menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara.

Di Belanda, para pemilih harus antre panjang dan lama demi bisa menggunakan hak suara mereka. Tessa Tamin, warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Rotterdam, Belanda, harus mengantre selama lebih dari 3,5 jam untuk dapat menggunakan hak suaranya di Den Haag. Sekolah Indonesia Den Haag menjadi satu-satunya TPS di Negeri Kincir Angin itu.

Hujan dan salju yang perlahan turun tidak membuat semangat ribuan WNI untuk mengantre. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram-nya tampak beberapa pengantre menggunakan payung dan jaket tebal berpenutup kepala untuk melindungi diri dari salju dan hujan yang sempat turun.


Waktu pencoblosan yang disediakan pihak Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag adalah pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Berita Terkait : Partisipasi Pemilih Di Iran 96 Persen

Di Iran lain lagi. Pemungutan suara Pemilu 2019 di Iran berlangsung serentak pada 11 April di dua TPS di dua kota. TPS 001 di kota Teheran, ibu kota Iran. TPS 002 di kota Qom. Partisipasi WNI mencapai 96 persen. Tersisa 10 surat suara.

Berdasarkan keterangan KBRI Teheran, Minggu (14/4), di Teheran pemungutan suara dilakukan di Kantor KBRI Teheran, sementara di Kota Qom pemungutan suara dilakukan di Sekretariat Himpunan Pelajar Indonesia (HPI).

Pemungutan suara dilakukan serentak mulai pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat.WNI yang mengikuti pencoblosan berasal dari sejumlah kota di Iran, yakni dari Kota Teheran, Kharaj, Gorgan, Mashaad, Isfahan, dan Qom.

Sementara di Tanzania, para WNI mencoblos surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Dar es Salaam pada Sabtu (13/4). Para WNI dengan tertib membawa kertas C6 dan memberikan hak suara mereka. [MEL/DAY]

RM Video