Museum Gelar Pameran Sejarah Islam Di Australia

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Boundless Plains: The Australian Muslim Connection, pameran foto mengenai kisah lengkap Islam di Australia, dibuka di Museum Sejarah Jakarta hari ini. Pengunjung dapat menikmati pameran hingga Selasa 30 April.

Pameran memetakan sejarah panjang Islam di Australia. Mulai dari pelaut Makassar yang berdagang dengan penduduk asli Yolngu di Australia utara dan penunggang unta dari Asia Selatan yang membantu mengembangkan pedalaman Australia, hingga imigran dari seluruh negara yang menjadikan Australia sebagai rumah mereka hari ini.

Berita Terkait : Museum Jakarta Suguhkan Keseruan Virtual Reality Perjalanan Islam Di Australia


Dikembangkan Islamic Museum of Australia, pameran memberikan informasi tentang bagaimana Islam telah berkembang di Australia selama lebih dari 200 tahun terakhir.

Didirikan pada 2010 sebagai museum komunitas nirlaba di Melbourne, Islamic Museum of Australia menampilkan warisan artistik yang kaya dan sumbangsih sejarah umat Muslim di Australia dan luar negeri. CEO museum, Ali Fahour dan tim menghadiri pembukaan pameran.

Berita Terkait : Mahathir: Tak Ada Yang Berhak Pecah Yerusalem

"Islam adalah agama besar di Australia dan berkembang pesat dengan laju sekitar 20 persen," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan.


"Pameran ini menyoroti bahwa Australia, sama seperti Indonesia, memperoleh banyak kekuatan dari masyarakat multi agama dan multikulturalnya. Lebih dari sebelumnya, kita perlu mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan membangun hubungan antara komunitas-komunitas kita, dan terutama komunitas agama kita."

Berita Terkait : Australia Larang Pejabatnya Naik Lion Air

Kepala Unit Pengelola Museum Sejarah Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Sri Kusumawati senang, Museum Sejarah Jakarta dapat berkolaborasi Kedutaan Besar Australia.

"Saya berharap pameran ini akan menciptakan peluang lebih lanjut untuk kemitraan budaya dan pariwisata antara dua negara kita," pungkasnya. [MEL]

RM Video