Tragedi Sri Lanka Nyaris Tewaskan 200

1 WNI Di TKP Selamat, Kemlu Terus Memantau

Klik untuk perbesar
Warga membawa korban ledakan gereja St Anthony ke ambulans. (Foto Reuters)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri RI memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangkaian ledakan yang terjadi di ibu kota Sri Lanka, Kolombo, pagi ini waktu setempat.

Berdasarkan rilis dari Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI yang diterima di Jakarta, hari ini, saat terjadi ledakan, seorang WNI berinisial KW sedang berada di Hotel Shangri La Kolombo. Namun, Kedutaan Besar RI di Kolombo telah memastikan yang bersangkutan dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi  aparat keamanan Sri Lanka.

Berita Terkait : Sri Lanka Masih Mencekam, Warga Gelar Misa Di Rumah


Pada 21 April 2019 sekitar pukul 09.00 waktu setempat, bertepatan dengan peringatan Paskah, telah terjadi sejumlah ledakan di beberapa gereja dan hotel bintang lima di Kolombo, termasuk Hotel Shangri La. KBRI Kolombo terus memantau perkembangan situasi, termasuk kondisi WNI di sekitar lokasi kejadian, berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler, dapat menghubungi hotline KBRI Kolombo di nomor +94772773127 atau +94772773123.

Berita Terkait : Imbas Tragedi Sri Lanka, Warga Muslim Dimusuhi

Serangkaian teror bom telah menewaskan hampir 200 orang. Ledakan paling mematikan terjadi sekitar pukul 8.45 pagi waktu setempat, di Gereja St. Sebastian di Negombo, kota yang terletak 30 kilometer di utara ibu kota Kolombo. Gereja lain yang diserang adalah St. Anthony's Shrine di Kolombo dan Gereja Zion di timur kota Batticaloa. Sementara tiga hotel yang diserang terletak di Kolombo, yakni The Shangri-La, Cinnamon Grand dan Kingsbury.


Dilansir Reuters, Samiddhi Samarakoon, wakil direktur Rumah Sakit Nasional Sri Lanka, mengatakan pada jumlah kematian telah meningkat menjadi 189 dan sebelas orang asing termasuk di antara yang tewas dalam teror bom di Sri Lanka. [MEL]