Tragedi Sri Lanka

Warga Di Larang Keluar Rumah, Medsos Diblokir

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Sri Lanka akan segera memberlakukan larangan keluar rumah. Hal itu disampaikan  Menteri Muda Pertahanan Ruwan Wijewardene setelah ledakan yang menewaskan hampir 200 orang. Sebagian besar sasaran merupakan gereja dan hotel bintang lima.


"Larangan keluar rumah akan diberlakukan sampai segalanya teratasi," kata dia kepada wartawan di Kolombo, seperti dilansir Reuters.

Berita Terkait : Sri Lanka Masih Mencekam, Warga Gelar Misa Di Rumah

Para pejabat pemerintah juga mengatakan jejaring media sosial utama dan aplikasi pesan, temasuk Facebook dan WhatsApp, telah diblokir di dalam negeri guna mencegah penyiaran informasi yang tak dapat dipertanggungjawabkan dan desas-desus.


Ledakan paling mematikan terjadi sekitar pukul 8.45 pagi waktu setempat, di Gereja St. Sebastian di Negombo, kota yang terletak 30 kilometer di utara ibu kota Kolombo. Gereja lain yang diserang adalah St. Anthony's Shrine di Kolombo dan Gereja Zion di timur kota Batticaloa.

Berita Terkait : Imbas Tragedi Sri Lanka, Warga Muslim Dimusuhi

Sementara tiga hotel yang diserang terletak di Kolombo, yakni The Shangri-La, Cinnamon Grand dan Kingsbury. Dilansir Reuters, Samiddhi Samarakoon, wakil direktur Rumah Sakit Nasional Sri Lanka, mengatakan pada jumlah kematian telah meningkat menjadi 189 dan sebelas orang asing termasuk di antara yang tewas dalam teror bom di Sri Lanka.[MEL]

RM Video