Seorang Warga Muslim Tewas Dikeroyok

Sri Lanka Semakin Membara Terbakar Sentimen Anti Islam

Klik untuk perbesar
Petugas keamanan Sri Lanka berpatroli di kawasan pertokoan yang dirusak warga, kemarin. (Foto : AP Photo)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kekerasan anti Islam makin meluas di Sri Lanka. Senin (13/5) malam, seorang warga Muslim tewas akibat dikeroyok warga yang marah. Otoritas Kolombo pun memutuskan pemberlakuan jam malam dan penambahan patroli keamanan secara nasional.

Jam malam berlaku tujuh jam, dimulai pukul 21.00 waktu setempat. Khusus Provinsi Barat Laut (NWP) Sri Lanka, pemberlakuan jam malam diberlakukan hingga batas waktu tak terbatas.

Pemberlakuan jam malam ini oleh aksi sekelompok warga yang merangsek masuk bengkel kayu milik warga muslim di NWP. Korban tewas karena kehabisan darah akibat tebasan senjata tajam.

Dalam beberapa hari terakhir ini, aksi kekerasan terhadap warga Muslim makin meluas. Kemarahan tersebut juga diungkapkan dengan pengrusakan rumah dan penjarahan kedai milik warga Muslim. Alhasil, sebagian warga Muslim Sri Lanka memilih untuk mengungsi keluar negeri itu hingga suasana lebih kondusif.

Berita Terkait : Sri Lanka Blokir Media Sosial

Untuk mencegah bertambahnya jumlah korban, pemerintah Sri Lanka memutuskan pemberlakuan jam malam dan patroli rutin di seluruh negeri. Khusus wilayah NWP, penjagaan ketat juga diberlakukan di sejumlah masjid dan pemukiman Muslim.

“Jam malam di NWP diberlakukan tanpa batas. Mungkin akan diberlakukan sampai situasi benar-benar reda. Pihak keamanan juga dikerahkan untuk menekan tindakan kekerasan di sana,” kata juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera.

Sekelompok warga juga dilaporkan melakukan perusakan di masjid di NWP. Polisi pun terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Tindakan ini juga terjadi di sejumlah kota lain di Sri Lanka.


Di kota Kiniyama di wilayah barat laut, jendela dan pintu masjid dihancurkan. Serangan tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang menuntut tentara menggeledah sebuah bangunan di dekat danau. Sebelumnya, para tentara mencari senjata api di danau itu.

Berita Terkait : Sri Lanka Masih Dibalut Ketakutan

Sementara, di kota Chilaw toko-toko dan masjid milik warga Muslim setempat diserang. Diduga aksi ini disebabkan unggahan di Facebook yang dianggap sebagai ancaman. Pria yang menulis unggahan itu pun telah ditangkap.

Di Distrik Puttalam, di wilayah barat laut Sri Lanka, seorang pria meninggal akibat luka tusukan setelah diserang sekelompok orang.

Pemerintah Sri Lanka telah memblokir sejumlah platform media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan Whatsapp, agar kekerasan tidak menjalar.

Pada Selasa dini hari (14/5), Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengimbau agar masyarakat bersikap tenang dengan mengatakan bahwa kerusuhan saat ini menghambat upaya penyelidikan serangan bulan lalu.

Berita Terkait : Kedubes Saudi Imbau Warganya Tinggalkan Sri Lanka

“Saya mengimbau semua warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang salah. Pasukan keamanan bekerja untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara,” imbau menteri melalui akun Twitternya.

Insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di kota Hettipola, di mana sedikitnya tiga toko dilaporkan dibakar. Jumlah populasi di Sri Lanka sekitar 21 juta jiwa, sekitar 10 persen di antaranya Muslim, sedangkan pemeluk Kristen sekitar 7,6 persen. Mayoritas penduduk Sri Lanka memeluk Buddha.

Polisi menyalahkan dua kelompok Islam setempat atas serangan bom bunuh diri pada hari Minggu Paskah. Kelompok yang menyebut dirinya sebagai Negara Islam atau ISIS menyatakan terlibat, tetapi tidak memberikan rincian.


Keadaan darurat mulai diberlakukan setelah serangan di mana tentara dan polisi diberi kewenangan secara penuh untuk menahan dan menangkap tersangka dalam jangka waktu yang lama. [Reuters/DAY]