Jepang Gelontorkan Hibah Untuk Air Bersih Jakarta Dan Rekonstruksi Palu

Klik untuk perbesar
Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang Tadayuki Miyashita (kedua kiri) didampingi perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Takatoi Shunsuke (kedua kanan) dan Ogawa Ryo (kanan) memberi keterangan pers di Jakarta, kemarin. Pemerintah Jepang memberikan pinjaman kepada pemerintah Indonesia serta Pemprov DKI Jakarta untuk membangun fasilitas pengelola air limbah dan pembenahan saluran air limbah di Jakarta. (Foto Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Jepang memberikan bantuan hibah 5,809 miliar yen atau Rp 668,3 miliar untuk membantu rekonstruksi Palu pasca gempa dan tsunami 2018. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Direktur Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya menandatangi nota hibah tersebut, kemarin.


“Hibah ini rencananya untuk tiga proyek,” ujar Masafumi Ishii di Kantor Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Ketiga proyek yang rencananya akan menggunakan dana hibah itu yakni pertama proyek pembangunan Jembatan Palu 4 Kembali di Sulawesi Tengah. Proyek ini bernilai 2,5 miliar yen.

Berita Terkait : Tanpa Mahkota, Kaisar Jepang Dapat Harta Karun Misterius

Pada September 2018 lalu, jembatan ini rusak karena berdampak gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah. Sementara proyek kedua yang akan dibiayai dana hibah dari Jepang ini yakni proyek bantuan alat berat senilai 600 juta yen, salah satunya yakni mobil pemeriksan jembatan. Bantuan diharapkan bisa mempercepat rekonstruksi Palu.


Adapun proyek ketiga yakni proyek penguatan sistem informasi penanggulangan bencana senilai 1,99 miliar yen. Selain hibah, pemerintah Jepang juga memberikan pinjaman senilai 30,980 miliar yen yang dipergunakan untuk mengembangkan saluran air limbah di Jakarta. Dengan adanya proyek tersebut, diharapkan penanganan air limbah menjadi lebih optimal dan dapat ditingkat di wilayah Jakarta, sehingga dapat berkontribusi untuk memperbaiki lingkungan hidup serta meningkatkan kebersihan masyarakat, dan untuk penyediaan air bersih.

Berita Terkait : Ayo Daftar Beasiswa Dari Pemerintah Jepang

“Hanya 7 persen dari seluruh wilayah DKI Jakarta menggunakan saluran air limbah, sehingga masalah air merupakan masalah yang krusial, di antaranya masalah lingkungan yang disebabkan pencemaran air di bawah tanah serta sungai, dan masalah kesehatan bagi masyarakat Jakarta,” demikian bunyi keterangan pers Kedubes Jepang di Jakarta, kemarin.


Dengan proyek ini, pada 2028, atau 3 tahun setelah proyek ini selesai, diharapkan masyarakat Jakarta yang dapat menikmati air bersih mencapai jumlah 195 ribu orang dan kemampuan penanganan air limbah dapat mencapai 47.000 meter kubik/hari.[DAY]

RM Video