ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mahkamah Konstitusi (MK) mulai Jumat (14/6) kemarin menggelar sidang sengketa pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Kita berharap pihak-pihak yang berselisih percaya bahwa MK akan independen dalam mengambil keputusan.

Pihak MK sendiri berkali-kali menyatakan bahwa hakim MK akan selalu mengutamakan prinsip kehati- hatian dan kecermatan dalam memeriksa perkara gugatan Pilpres ini. Apapun hasilnya nanti, putusan MK itu bersifat final dan mengikat.

Semua pihak, baik pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno, juga tim sukses dan pendukungnya, harus bisa menerima putusan MK. Kita juga berharap tak ada lagi berita-berita bohong atau hoaks yang sengaja dilemparkan pihak-pihak tertentu untuk mendelegitimasi dan merusak MK.

Berita Terkait : Tantangan Pasca Pilpres

Epidemi berita bohong memang belakangan ini bergerak liar, menyerang kalangan terdidik dan menerjang tatanan sosial yang sudah mapan. Bahkan, tidak sedikit, penyebar hoaks menumpang di agenda politik.

Kaum intelektual yang peduli akan keutuhan serta keselamatan bangsa dan negara sudah saatnya untuk berperan aktif melawan penyebar berita bohong. Ini penting agar tak ada lagi hoaks yang bisa mengacaukan jalannya sidang MK.

Media mainstream atau arus utama, baik cetak, televisi maupun digital sudah saatnya berada di garda terdepan melawan berita bohong yang kerapkali muncul lewat media sosial.

Berita Terkait : Ayo Stop Provokasi

Kita juga berharap kalangan terdidik tidak cepat percaya pada berita-berita bombastis yang sumbernya tidak jelas. Apalagi, berita-berita bohong, yang bisa menyentuh sentimen keagamaan. Sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah lelah dengan hiruk pikuk politik selama tujuh bulan terakhir ini.

Mereka berharap setelah MK mengeluarkan putusannya, situasi secepatnya normal kembali. Suasana politik yang sempat mengeras, ditambah munculnya berita-berita bohong telah menyebabkan merenggangnya hubungan antar individu dan komunitas di berbagai lapisan.

Sekali lagi kita berharap, pasca sidang MK, semua kembali seperti sediakala. Mari bersama-sama kita rajut persatuan, demi mewujudkan Indonesia yang lebih kokoh. ***