Bagi-Bagi Kekuasaan

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) segera keluar. Isinya sudah bisa diprediksi. Keputusan MK tidak menggugurkan hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait siapa pemenang Pemilihan Presiden 2019. Pasangan 01 tetap pemenang.

Kubu Prabowo-Sandi sepertinya gagal meyakinkan dengan bukti-bukti kepada para Hakim yang terhormat bahwa ada kecurangan yang Terstruktur, Sistematis, dan Massif. Kegagalan mereka sepertinya bukan karena tim kuasa hukum Pasangan 01 yang tangguh tapi karena mereka benar-benar tidak bisa menghadirkan hard evident tentang tudi- ngan kecurangan.

Berita Terkait : Kepentingan Lebih Besar

Karena sudah ketahuan siapa pemenangnya, realitas politik yang akan segera disaksikan ialah perebutan kekuasaan diinternal pemenang. Para anggota tim sukses, yang formal atau non formal, dengan cara masing-masing ingin mendapatkan akomodasi berupa kue-kue kekuasaan dari Jokowi.

Banyak cara yang mereka lakukan. Pertarungan intern 01 ini digambarkan dengan masing-masing kekuatan penyangga mempresentasi jasa atau kontribusi dalam pemenangan. Semakin diketahui peran strategisnya apalagi punya jaringan grassroots yang kuat maka semakin besar porsi akomodasi politiknya. Itu logika umumnya. 

Berita Terkait : Godaan Korupsi Politisi Muda

Namun dalam prakteknya banyak pula yang tidak berkeringat dalam pemenangan masuk di garis finish. Kalaupun berkeringat, sedikit saja. Tapi mereka berhasil merangsek dan mendapat kekuasaan yang lumayan. Slalu saja ada yang bermain seperti ini.

Pertimbangan Jokowi dalam memberikan porsi kursi atau bisnis kepada para anggota pemenangannya tentu lumayan menyita waktu. Perdebatannya bisa amat sengit dan sering pula berlangsung sadis. Siap-siap saja lalu lalang hoax. Isinya saling membusukkan. Jokowi harus benar-benar punya mekanisme screening yang baik.

Berita Terkait : Pertemuan Jokowi-Prabowo

Agar yang terpilih kelak benar-benar bersih dari orang-orang yang ingin memperkaya diri dengan kekuasaannya. Bukan orang-orang yang hanya jadi kepanjangan pengusaha proyek. Bukan pula orang yang punya catatan korupsi. Mereka yang terpilih haruslah mereka yang benar-benar ingin tulus mengabdi kepada Negeri. ***