ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sangat kecewa. Inilah mungkin yang dirasakan para pendukung Prabowo-Sandiaga Uno pasca sidang MK (Mahkamah Konstitusi), Jumat (27/6) yang menolak seluruh gugatan yang diajukan paslon 02. Kekecewaan itu wajar. Tapi tak boleh berlarut-larut.

Sementara para pendukung paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin juga tidak perlu menunjukkan kegembiraan yang berlebihan. Mari sama-sama menatap masa depan. Tantangan yang dihadapi bangsa dan negara ini bakal lebih berat.

Berita Terkait : Memburu Kursi BPK

Namun kita tetap harus optimis. Sidang sengketa Pilpres 2019 di MK yang berjalan secara terbuka dan transparan, serta live di televisi, hasilnya patut dihormati pihak-pihak yang berselisih. Putusan MK yang bersifat final dan mengikat itu harus menjadi akhir dari kontestasi politik tak berkesudahan.

Hubungan antar saudara, teman dan komunitas yang merenggang dan terkoyak akibat terlalu lamanya masa kampanye Pilpres, sudah saatnya direkatkan dan dirajut kembali. Mari kita kokohkan kembali persatuan di seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait : Tantangan Pasca Pilpres

“Kini tidak ada lagi 01 dan 02. Yang ada persatuan Indonesia,” kata Presiden Jokowi menanggapi putusan MK. Keinginan mulia serta semangat untuk rekonsiliasi itu patut didukung oleh para elite yang selama ini berseberangan. Para elite sudah waktunya menyetop aksi saling serang dan saling menjelekkan satu sama lain.

Pilpres sudah selesai. Kita berharap tensi politik akan menurun pada hari-hari mendatang ini. Kita juga berharap ke depan tidak ada lagi berita-berita bohong atau hoaks yang bisa menyulut kericuhan di masyarakat.

Berita Terkait : Melawan Berita Bohong

Mereka sudah lelah akibat kegaduhan politik yang terjadi selama masa kampanye Pilpres lebih dari 6 bulan. Sekarang ini MK sudah mengeluarkan putusan hasil sidang sengketa Pilpres.

Inilah jalan demokrasi. Ayo tenun kembali persatuan bangsa yang robek. Ini penting supaya negeri ini bisa lebih cepat maju dan rakyatnya lebih sejahtera.***