ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejak 10 tahun terakhir kursi anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) jadi rebutan para politisi. Bahkan tidak sedikit mereka yang masih duduk di DPR pun ikut memburu kursi BPK.

Tidak sedikit pula caleg yang kemarin gagal dapat kursi legislatif kini ikut seleksi calon anggota BPK 2019-2024. Banyaknya politisi yang mencalonkan diri, dikhawatirkan bisa mengikis independensi BPK.

Institusi yang membawahi para auditor itu kerap bersinggungan dengan kepentingan partai politik atau kader-kadernya, terutama yang menduduki jabatan menteri dan kuasa pengguna anggaran di pemerintahan.

Berita Terkait : Suap Untuk Sang Gubernur

Peran BPK itu sangat penting untuk menjaga supaya keuangan negara dikelola dengan penuh kehati-hatian. Bila BPK bekerja benar, maka kemungkinan terjadinya penyelewengan uang negara dapat ditekan seminimal mungkin.

Untuk bisa berperan efektif dan benar, maka yang jadi anggota BPK haruslah orang-orang yang berintegritas tinggi. Aparat penegak hukum, baik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kejaksaan Agung maupun Kepolisian selalu mengandalkan BPK saat mau menentukan adanya kerugian negara dalam kasus korupsi yang diselidiki.

Dengan demikian, peran BPK itu amat vital dalam pemberantasan korupsi. Untuk ini dibutuhkan, anggota BPK yang punya rekam jejak bersih dan anti korupsi.

Berita Terkait : Inilah Jalan Demokrasi

Kita juga berharap ke depan kursi anggota BPK lebih banyak diisi orang-orang profesional, yang bebas dari kepentingan politik. Tidak mudah memang. Apalagi pada akhirnya seleksinya ditentukan oleh para politisi yang ada di Senayan.

Kursi anggota BPK itu bukan lowongan kerja, melainkan ladang pengabdian bagi kaum profesional yang punya tekad menjaga keuangan negara dari tangan-tangan kotor.

Jadi jelas, mereka yang jadi anggota BPK haruslah orang-orang yang tahan godaan harta dan punya nyali. Yaitu nyali untuk menghadapi para koruptor yang banyak akalnya.

Berita Terkait : Tantangan Pasca Pilpres

Sekali lagi kita berharap, mereka yang terpilih jadi anggota BPK adalah orang-orang profesional, bersih dan bernyali, meski mungkin sebelumnya ada yang pernah aktif di partai politik. ***