Ayo Stop Saling Ejek

ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo di atas MRT beberapa waktu lalu, pada hari Rabu (24/7) pekan ini Prabowo datang ke kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Kita berharap pertemuan Mega-Prabowo mampu meredakan ketegangan antara pendukung militan Jokowi dan Prabowo.

Sejak awal masa kampanye Pilpres September 2018 lalu hingga saat ini di media sosial masih terjadi saling ejek dan saling hujat antar pendukung capres. Bahkan, masih ada yang menyebarkan hoaks atau berita bohong.

Berita Terkait : Jual Beli Jabatan

Aneh dan sekaligus memprihatinkan. Pilpresnya sudah selesai, KPU (Komisi Pemilihan Umum) nya telah menetapkan Presiden dan Wapres terpilih, yaitu Jokowi dan Ma’ruf Amin, kok masih banyak yang terjebak dalam suasana Pilpres alias belum move on.

Kita berharap, dengan bertemunya para pemimpin bangsa, maka mereka-mereka yang selama masa kampanye Pilpres berada di posisi berseberangan, segera rukun kembali. Tak ada gunanya saling ejek dan caci maki. Sebab, itu tak akan bisa mengubah hasil Pilpres.


Pesta demokrasi sudah selesai. Kini para elit tengah menunggu, siapa saja tokoh atau orang-orang penting yang akan mengisi kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Berita Terkait : Makelar Izin Impor

Kemudian, apakah nantinya orang-orang dari partai-partai pendukung Prabowo akan diajak masuk ke kabinet. Isu ini sekarang jadi pembahasan menarik di partai koalisi pendukung Jokowi dan juga di kalangan relawan.

Di saat para elite, politisi dan pengamat politik kini tengah memikirkan perlu tidaknya partai-partai pendukung Prabowo masuk ke pemerintahan, aneh kalau masih ada kelompok tertentu yang berdebat soal hasil Pilpres.

Di saat para elite politik dan cendekiawan membahas kriteria tokoh yang layak jadi menteri, masih ada orang-orang tertentu yang galau dan bicara soal legitimasi hasil Pilpres. Ini tentu menyedihkan.

Berita Terkait : Cacat Etik Capim KPK

Apalagi, kalau kegalauan itu terjadi akibat pengaruh hoaks. Bertemunya elite PDIP dan Partai Gerindra sesungguhnya menunjukkan bahwa tensi politik sudah menurun.

Saat ini waktunya untuk dibahas dan dicermati, apa-apa saja yang mesti dilakukan kabinet baru. Program apa yang akan diprioritaskan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.


Jadi kita berharap pada hari-hari mendatang, sudah tidak ada lagi hujatan atau saling ejek antara pendukung capres. Sebab, selain Pilpresnya sendiri sudah selesai, isunya juga sudah beralih ke persoalan siapa yang akan mengisi kursi kabinet. Terutama siapa saja orang-orang muda yang akan jadi menteri. ***