Tidak Akan Salah Pilih

SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perebutan kursi terus memanas. Ada yang mengincar kursi jaksa agung, ada yang membidik kursi-kursi yang dianggap “basah” di kementerian, ada yang mengincar kursi ketua DPR, MPR.

Musim perburuan ini berlangsung sepanjang tahun, terutama di daerah. Kursi jabatan diperjualbelikan. Transaksi ini sudah memakan korban beberapa kepala daerah. Yang tertangkap, bisa jadi, karena sial saja. Lagi apes. Ibarat gunung es, fenomena ini terlihat hanya puncaknya.

Apakah perilaku jual beli jabatan aparat di daerah karena mereka menduplikasi perilaku oknum di Pusat? Apakah karena “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”?

Berita Terkait : Yayasan Hayandra Peduli Perluas Layanan Medis

Kalau ini yang terjadi, gawat. Kalau “virus” ini menular ke seluruh Indonesia, bangsa ini akan pengap oleh geser menggeser, jual beli kursi jabatan. Rakyat hanya jadi penonton sambil ngedumel. Kesal.

Ini tentu sangat tidak sehat. Apalagi kalau sampai menekan-nekan Presiden. Presiden adalah kepala negara. Presiden bertanggungjawab terhadap ratusan juta rakyat, bukan hanya beberapa partai. Presiden tidak dalam posisi menyenangkan partai-partai.


Karena itu, jangan tekan presiden, jangan dikte presiden. Jangan paksa Presiden untuk memilih si A atau si B untuk posisi-posisi tertentu.

Berita Terkait : Jaksa Agung: Penebus

Kalau Presiden salah memilih para pembantunya, seluruh rakyat akan menanggung akibatnya. Bukan hanya parpol. Kalau pilihannya tepat, seluruh rakyat akan menikmati hasilnya.

Pilihan Presiden akan menentukan apakah bangsa dan negara ini akan naik kelas atau tidak.

Kita yakin, dalam memilih para pembantunya, Presiden akan bertindak sebagai kepala negara, sebagai Presiden. Garis lurus untuk bangsa dan negara.

Berita Terkait : 20 Manfaat Jalan Santai

Kalau masih “begitu-begitu saja”, yah, bangsa dan negara ini akan jalan di tempat. Tidak akan ada lompatan-lompatan luar biasa di luar mainstream. Sama seperti yang lalu-lalu.

Presiden sudah menjanjikan akan memilih yang muda-muda, yang punya kapasitas dan kemampuan. Ini salah satu upaya me-refresh dan menyesuaikan dengan tantangan zaman.


Kita yakin, Presiden tidak akan salah pilih dan tidak bisa ditekan. Kita yakin, Presiden akan memilih figur-figur yang “sudah selesai dengan dirinya sendiri”.(*)