Mencari 5, Pasti Bisa

SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kelihatannya gampang. Masa sih dari jutaan orang yang layak, mencari lima orang pimpinan KPK dengan standar tinggi, tidak bisa!?

Mestinya bisa. Kita yakin, pimpinan KPK jilid V lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Jauh lebih baik. Dalam segala aspek. Kita yakin, akan terpilih lima orang yang “sudah selesai dengan dirinya sendiri”. Bukan lima orang pencari kerja.

Proses pencarian itu dilanjutkan hari ini dan besok, 8-9 Agustus. Pesertanya 40 orang. Tahapannya: penilaian profil atau profile assessment.

40 orang capim tersebut akan langsung menghadapi soal dan persoalan atau kasus seolah-olah mereka sudah menjadi pimpinan KPK. Kasusnya konkret.

Baca Juga : Luncurkan Program Keliling Dunia Bareng Mega

Harapan kita, dari 40 orang tersebut akan terpilih 20 orang, kemudian 10, lalu mengerucut menjadi 5 pimpinan KPK. Lima Pimpinan ini akan menggantikan Agus Rahardjo cs yang masa jabatannya berakhir Desember 2019.

Siapa yang akan lolos? Menarik ditunggu. Hanya saja, pimpinan KPK bukan jatah-jatahan lembaga atau instansi tertentu.

Panitia seleksi (pansel) capim KPK bukan mencari-cari, tapi mencari. Sampai dapat. Kalau memang tidak lolos, jangan terpaksa diloloskan. Sebaliknya, kalau layak dan memang lolos, jangan dijegal.

Pansel perlu dikawal dan diawasi. Karena rakyat butuh KPK yang kuat. KPK yang pimpinannya tidak tersandera dan terbebani kasus-kasus masa lalu.

Baca Juga : Harga Melambung di Atas HET, DPR Desak Kapolri Periksa Gudang Mafia Bawang Putih

Kalau KPK lemah, atau pimpinannya punya kasus masa lalu, dia akan menjadi sasaran tembak para koruptor. Jangankan yang punya masa lalu bermasalah, yang relatif tidak bermasalah saja bisa diincar dan menjadi sasaran tembak.

Kalau KPK punya pimpinan bermasalah, para koruptor akan dengan mudah mengancam, “kalau anda membuka kasus saya, saya akan buka kasus Anda!”. Selesai urusan. Pemberantasan korupsi terancam.

Karena itu, masukan-masukan dari mana pun sumbernya, asal bisa dipertanggung jawabkan, layak diperhatikan oleh Pansel.

Kita berharap lahir KPK yang kuat. Pimpinan yang tidak menanggung beban. Tanpa kompromi. Yang bisa membangun sinergi dengan rakyat dan lembaga-lembaga lain. Sinergi yang sehat, bukan sinergi untuk tolong-menolong menutupi kasus-kasus korupsi.

Baca Juga : Suwardi dan Jeka Akan Pertahankan Gelar di Partai Utama

Ini bukan hanya penting buat rakyat, tapi juga bagi pemerintahan Jokowi. Karena, KPK menjadi salah satu lembaga penentu: legacy apa yang akan ditinggalkan pemerintahan Jokowi dalam pemeberantasan korupsi. Rapornya merah atau biru, salah satunya ditentukan oleh wajah KPK.***