Daging Sapi, Potong Sapi

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Politik Indonesia sedang memasuki babak bagi-bagi kursi. Dua bulan lagi, periode pertama pemerintah Jokowi akan berakhir.

Sebelum memasuki periode kedua, ada babak yang mengundang ketegangan baru. Terjadi negosiasi diam-diam tapi alot.

Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif dalam menyusun Kabinet terus-terusan dirongrong oleh pimpinan parpol pendukungnya.

Berita Terkait : Saling Telikung di Tikungan

Masing-masing mengajukan usul jatah kursi. Namanya tahap negosiasi, semua call tinggi. Masing-masing sedang menaikkan posisi tawar. Sikap para elit parpol meninggikan bargaining position ini di adapan Jokowi agar mereka mendapat jatah kursi lebih banyak.

Namanya juga usaha. Sampai detik terakhir. Berbagai cara dilakukan untuk menaikkan posisi tawar. Masing-masing saling mendedahkan jasa dan peran politik dalam proses pemenangan mereka.


Tak cukup itu, mereka barangkali mendedahkan bukti telah banyak dana dihabiskan dalam pemenangan Jokowi. Sebesar-besar nominal.

Berita Terkait : Oposisi Jangan Banci

Melihat kasak-kusuk para elit mendapatkan jatah pembagian kursi, sebagai bagian dari proses politik dagang sapi, Megawati dan PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama Jokowi langsung mengunci Jokowi dengan deklarasi secara publik bahwa PDI Perjuangan harus dapat kursi lebih banyak.

Dan Jokowi dengan demikian dibuat berjanji memenuhinya. Rakyat menonton semua proses politik ini dengan seksama tanpa visa berbuat apa-apa. Hanya bisa berharap.

Jokowi memilih yang terbaik dan partai-partai sadar diri hanya akan menyodorkan yang terbaik untuk mengisi pos-pos yang jadi jatah mereka. Jangan kecewakan rakyat.

Berita Terkait : Menteri Under Thirty

Puaskan rakyat dengan mengusung figur-figur profesional dan punya rekam jejak bersih. Buktikan kepada publik meski wakil partai tapi figur yang dipilih benar-benar mumpuni.

Tahu masalah dan ngerti solusi di bidang yang mereka dipercaya mengemban amanah. Saatnya zaken kabinet yang supply sumber dayanya berasal dari partai.***