Saling Telikung di Tikungan

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Politik itu barang panas. Begitu pun hawanya. Sudah nature-nya manusia memiliki syahwat politik untuk berkuasa. Skalanya saja yang berbeda.

Dengan ungkapan lain, berpolitik itu bawaan lahirnya manusia. Pada perkembangannya, ada yang memutuskan untuk menekan kehendak politiknya, namun tidak sedikit yang melesakkan bawaannya itu lepas kendali. Apa saja dipolitisasinya.

Ia benar- benar terjangkit penyakit politicking. Sesuatu yang sederhana tapi disikapinya, ditafsirinya secara politis. Dunia politik juga diisi oleh orang-orang yang punya kebiasaan memanas-manasi.

Berita Terkait : Oposisi Jangan Banci

Kenyataan ini yang telah mendorong orang-orang adem jadi punya nafsu politik. Inilah model politisi yang haus kekuasaan. Seringkali huru-hara politik terjadi karena provokasi manuver para politisi.


Mereka dengan kemampuan orasinya membakar emosi publik. Mereka dengan kemampuan menulisnya bisa menyulut emosi pembaca. Dalam konotasi positif posisi seperti ini bisa menginspirasi sebuah gerakan aksi sosial yang bisa menggulingkan kekuasaan politik.

Di zaman now, para politisi ini berkeliaran di mana-mana. Di semua level kekuasaan, ada. Dan mereka benar-benar mencari makan dari hasil memanas-manasi situasi agar terjadi ketegangan bahkan chaos.

Berita Terkait : Menteri Under Thirty

Dengan demikian mereka bisa mendapat kesempatan mengambil peran dan posisi politik. Pekerjaan para politisi ini di era sekarang bisa memperluas provokasinya ke ranah publik dengan sosial media.

Sudah terasa makanya betapa berisiknya politik kita. Bener-bener gaduh karena sudah semakin tereska- lasi oleh kompetisi di kedua kubu paslon Capres-cawapres.

Semakin mendekati penyusun pemerintahan semakin keras terasa benturannya. Sudah ada yang mulai main kayu. Isu-isu sensitif terus dimainkan dengan rekasaya kerja hoaks dari kedua belah pihak.

Berita Terkait : Papua Adalah Kita


Kita berharap para politisi ini segera menyadari kekhilafannya terhadap bangsa ini. Ongkos sosialnya terlalu mahal bila sampai terjadi. Segeralah menahan diri. ***