Pejabat Merdeka, Rakyatnya Ikut

SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka -  Bukan hanya rakyat, Presiden juga butuh ruang-ruang kemerdekaan. Merdeka dari tekanan parpol. Parpol mana pun. Merdeka dari pihak-pihak manapun  yang bisa mengganggu dan membebani Presiden.

“Proklamasi” kemerdekaan sudah disampaikan Presiden Jokowi saat bertemu pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka, Jakarta, Juni 2019 lalu.

“Saya ngomong apa adanya, saya sudah enggak ada beban apa-apa,” tegas Jokowi.

Berita Terkait : Pejabat di Era Digital

Karena tidak ada beban, Jokowi bertekad bekerja sebaik-baiknya. Langkah dan kebijakan apa pun akan diambil, demi perbaikan dan kesejahteraan rakyat.

Kemerdekaan itu langsung “dibuktikan” Agustus ini, antara lain dengan memastikan bahwa Jaksa Agung bukan dari parpol. Sejauh ini seolah ada kesan bahwa Jaksa Agung menjadi milik partai tertentu.


Menarik ditunggu, siapakah Jaksa Agung baru ini? Apakah dia benar-benar independen, bersih dari unsur, nuansa atau kontaminasi parpol?

Berita Terkait : Argentina Lumat Meksiko, Martinez Cetak Hattrick

Kita berharap muncul Jaksa Agung yang benar-benar bisa “bersaing” dengan KPK. Prestasinya bisa melampaui KPK. Jaksa Agung yang merdeka dari kepentingan apa pun, siapa pun. Jaksa Agung yang mengenakan “kacamata kuda”. Tidak tebang pilih. Jaksa Agung yang bisa meninggalkan legacy hebat untuk pemerintahan Jokowi.

Bukan hanya untuk kursi jaksa agung, kita juga yakin, Presiden akan merdeka ketika menentukan anggota kabinetnya. Merdeka dari tekanan pihak mana pun.

Selama ini, ada kesan, kursi kementerian tertentu menjadi hak parpol tertentu. Kita yakin, Presiden akan mengacaknya. Ada penyegaran. Presiden bisa membongkar “jalan-jalan tikus” yang mungkin sudah sangat dikenali oleh pihak-pihak tertentu.

Berita Terkait : Gunakan Medsos, Asing Menyiram Minyak di Papua

Karena Presiden sudah tidak ada beban lagi di periode keduanya, semestinya, itu tertularkan ke para anggota kabinetnya. Diikuti para pembantu presiden lainnya. Para pejabat. Semuanya.

Ketika semuanya sudah merdeka, rakyat pasti akan merasakannya. Aura itu akan menyebar. Karena, bagaimana bisa “memerdekakan” rakyat kalau para pejabat masih tersandera oleh kepentingan pribadi dan kelompok, tidak bisa merdeka dari diri sendiri?


Pejabatnya merdeka, rakyatnya ikut. Merdeka!