Kejinya Korupsi Di Tengah Bencana

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Selalu saja ada yang memancing di air keruh. Bahkan oknum manusia mental korup ini membuat keadaan orang yang dirundung bencana dalam situasi ‘sudah jatuh tertimpa tangga.’ Mereka adalah para oknum pejabat yang bermain proyek dalam di tengah bencana.

Ya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mencokok tangan oknum pejabat-pengusaha pengadaan untuk fasilitas air minum korban bencana. Inilah oknum pejabat bejat yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Sungguh mereka telah kehilangan nurani.

Fakta integritas ketika mereka mengampu jabatan ternyata hanya sekedar macan kertas. Ritual pembacaan teks sumpah yang miskin makna spiritual. Buktinya, tidak meninggalkan bekas sama sekali.

Komitmen untuk menyelenggarakan pemerintah bersih hanya semangat tahi ayam. Di awal-awal semangat namun meloyo ketika digoda oleh success fee dalam persentase yang menggiurkan. Iman luntur ketika ditawari uang gepokan.

Ketika di tengah bencana ada yang memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan pribadi memperkaya diri, maka sungguh mereka dalam krisis moral yang parah. Alih-alih membantu meringankan beban korban bencana, mereka memperberat beban, merampok hak mereka. Sungguh terlalu.

Oleh karena itu, wajar dan setuju-setuju saja bila muncul desakan agar tuntutan dan putusan atas para pelaku tindak pidana korupsi di tengah bencana ini dijatuhi hukuman maksimal hukum mati. Sepantasnya. Untuk menciptakan efek jera.

Belum surutnya praktek korupsi, terbukti masih banyaknya korban OTT, menjadi tanda bahwa tuntutan dan putusan hukum atas mereka belum membuat jera, atau mungkin terlalu enak. Tak heran masih terus berjalan, korupsi merata di mana-mana, di kota, pelosok desa. Selamat Tahun Baru 2018. Semoga tahun baru Indonesia bebas korupsi.

RM Video