Jangan Peras Calon Investor

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Negeri ini butuh investasi besar-besaran di industri manufaktur, makanan, minuman serta pengolahan hasil tambang.

Tanpa adanya puluhan atau ratusan mega investasi baru, pertumbuhan ekonomi sulit menembus angka 5,5 persen pada tahun-tahun mendatang ini.

Investor asing kerapkali menemui jalan buntu saat mau menanamkan modalnya, terutama akibat perizinan yang berbelit berlit serta masih berlakunya puluhan Undang-Undang produk lama atau kolonial yang menghambat investasi.

Lebih memprihatinkan lagi, tidak sedikit oknum pejabat, baik di pusat maupun daerah yang sengaja memanfaatkan rumit nya perizinan untuk mengisi kocek pribadinya.

Berita Terkait : Menteri Anti Makelar Proyek

Bahkan, tidak sedikit oknum kepala daerah dan anggota DPR/DPRD yang kena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat memperjualbelikan izin investasi.

Lebih konyol lagi, ada oknum anggota DPRD dan kepala dinas yang kena OTT karena jadi calo izin. Para calo itu seringkali memeras calon investor dengan dalih bisa mempercepat pengurusan izin pembangunan pabrik atau industri manufaktur, berikut pengadaan lahannya.

Presiden Jokowi sudah berkali-kali mengingatkan aparat di pusat dan daerah supaya tidak mempersulit calon investor yang akan menanamkan modalnya di sini.

“Saya akan copot, pejabat yang menghambat investasi,” tegas Presiden di Jakarta, awal pekan ini.

Berita Terkait : Ekonomi Rusak Gara-gara Izin

Kita berharap UU yang menghambat investasi segera direvisi. Sedangkan Perda-Perda yang bisa dijadikan alat untuk memeras investor, secepatnya dicabut.

Pejabat di daerah yang punya wewenang mengeluarkan izin penggunaan lahan untuk industri, juga tidak boleh mempersulit calon investor.

Kalau ada tanda-tanda atau laporan, pejabatnya mulai memainkan izin, aparat penegak hukum mesti bertindak tegas.

Supaya jera, oknum pejabat yang nakal dan suka memainkan izin harus dihukum berat. Akibat masih adanya calo izin, tidak sedikit pemilik modal yang lebih suka menyimpan uangnya di bawah bantal.

Berita Terkait : Cacat Etik Capim KPK

Oleh karena itu, mari bersama-sama kita berantas calo-calo perizinan. Ini penting supaya para pemilik uang segera berinvestasi di sini.

Kalau investasi bisa tumbuh lebih cepat, jumlah tenaga kerja yang diserap akan semakin besar. Jadi jangan menghambat investasi. Sekali dihambat, ekonomi negeri ini bisa babak belur. ***