BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tidak ada di dunia ini negara yang tidak punya utang. Semua punya. Utang ke siapa? Macam-macam. Ada utang antar negara, satu negara ke lembaga keuangan dunia. Ada negara ke konsorsium perusahaan rakyasa di dunia. Pertanyaannya, untuk apa dan kenapa sebuah negara harus berhutang?

Berita Terkait : Debat Cerdas, Pemilih Cerdas

Negara mana pun, siapapun pemimpinnya, harus melakukan kegiatan pembangunan. Sumber pembiayaan pembangunan ada yang bersumber dari pajak atas rakyatnya, bagi sisa hasil usaha perusahaan milik negara dan berasal dari utang. Dua sumber pertama seringkali hanya cukup membiayai fixed cost seperti gaji aparatur negara di sebuah negara. Sementara, kekurangan untuk anggaran pembangunan inilah yang diambil dari utang.

Berita Terkait : Strategi Politik Hoaks

Idealnya, utang inilah yang dipakai untuk kegiatan produktif bukan konsumtif. Maksud kegiatan produktif, utang dipakai untuk pembangunan fisik yang berdampak stimulasi gairah ekonomi rakyat. Misalnya, pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandara, dan atau pelabuhan untuk jalur kegiatan logistik, transportasi dan perdagangan. Pembangunan di atas inilah yang kemudian akan menjadi urat nadi ekonomi. Urat nadi ini ditentukan oleh mutu akses ke berbagai wilayah di sebuah negeri.

Berita Terkait : Masyarakat Sadar Bencana

Pembangunan infrastruktur ini diakui dampaknya tidak bisa simsalabim. Menunggu waktu karena proses pembangunan dan stimulasinya seringkali tidak bisa cepat. Namun sekali ini dilakukan dan berhasil maka dampak pembangunan infrastruktur akan terasa dan dinikmati lintas generasi. Orientasinya jangka panjang.
 Selanjutnya