Menteri Gila Kerja

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Siapa saja yang bakal masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin jadi topik pembahasan utama di berbagai kalangan dan kelompok profesi.

Selain harus memiliki kompetensi, seorang calon menteri itu mesti siap kerja keras. Apalagi menghadapi ancaman resesi global yang bisa datang lebih cepat dari ramalan lembaga-lembaga ekonomi internasional.

Kita berharap kabinet mendatang diisi orang-orang gila kerja. Karena itu, orangorang yang selama ini kerjanya setengah setengah tak perlu diajukan jadi calon menteri.

Berita Terkait : Mengincar Kursi Menteri

Pimpinan Parpol koalisi hendaknya juga tak mengusulkan calon menteri yang tidak suka kerja keras.

Jokowi butuh orang-orang gesit, mau kerja pagi siang malam dan suka keluar masuk kampung. Ini penting supaya keluhan rakyat bisa langsung direspon.

Parpol koalisi boleh saja mengajukan tokoh internal partai maupun profesional yang punya kedekatan dengan pimpinan parpol, tapi siapa yang akan dipilih, sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden.

Berita Terkait : Parlemen Untuk Rakyat

Sekarang ini, Presiden pasti sudah mengantongi rapor dan rekam jejak anggota kabinet maupun orang-orang yang dinilai layak jadi menteri.

Artinya, siapapun boleh diajukan jadi calon anggota kabinet, tapi siapa yang akan jadi menteri atau wakil menteri dan apa portofolionya, sepenuhnya juga hak prerogatif Presiden.

Orang-orang muda dengan usia antara 2530 tahun dan 3035 tahun juga akan diberi peluang masuk kabinet.

Berita Terkait : Kabinet Pro Rakyat

Tapi mungkin hanya orang orang gila kerja, super kreatif dan kaya ide, yang akan dipilih Presiden jadi menteri atau wakil menteri.

Kita juga berharap, di kabinet mendatang tidak ada menteri yang suka bikin gaduh. Kabinet mendatang mesti 100 persen solid.

Ini penting agar pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur semakin cepat. Dan, hasil akhir yang diharapkan tak lain adalah, rakyat bisa hidup lebih sejahtera.