Mengincar Kursi Menteri

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Satu dua hari ini, banyak tokoh parpol dan kalangan profesional yang deg deg-an, gelisah, bahkan tak bisa tidur nyenyak. Mereka menunggu, apakah akan dipilih menjadi anggota kabinet, kepala badan setingkat menteri atau tidak.

Sementara sebagian dari mereka yang saat ini duduk di kabinet cemas menunggu isyarat, apakah diajak lagi di kabinet mendatang, atau tidak.

Semua itu baru akan jelas, paling cepat setelah pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Minggu siang 20 Oktober 2019 di Gedung MPR.

Presiden Jokowi menyatakan, setelah pelantikan, secepatnya bakal mengumumkan kabinetnya. Bahkan, ada informasi, Jokowi akan mengumumkan nama-nama menterinya sesampainya di Istana Negara, Minggu petang.

Berita Terkait : Para Menteri Jangan Korupsi

Meski ada pula informasi yang menyebutkan pengumuman kabinet baru akan di lakukan hari Senin (21/10) atau Selasa (22/10). Kita berharap, mereka yang terpilih adalah orang-orang yang siap kerja keras dan kerja cepat.

Kabinet Jokowi akan menghadapi tantangan yang amat berat di bidang ekonomi dan sosial. Hanya menteri-menteri yang handal dan mau bersinergi dalam satu tim yang solid, yang bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi tahun depan, 5,5 persen.

Setelah dilantik, menteri-menteri itu harus tancap gas bersama-sama birokrasi yang ada di masing-masing kementerian. Tak boleh ada kata mau belajar dulu atau menyesuaikan diri.

Anggota kabinet itu harus mampu berpikir taktis, cepat dan cermat, mencari solusi bagi persoalan-persoalan yang masih tersisa di kabinet Jokowi-JK.

Berita Terkait : Menteri Gila Kerja

Kita berharap semua masalah yang ada bisa secepatnya diatasi. Jangan ada jeda. Jangan ada menteri yang buang-buang waktu.

Begitu dilantik, menteri itu mesti memahami apa yang mesti dilakukan di institusinya, yang bermanfaat langsung bagi rakyat. Kalau perlu sebelum ditunjuk jadi ang gota kabinet, mimpi dulu jadi menteri.

Sah-sah saja seorang tokoh sesuai kompetensinya mengincar kursi menteri. Tapi setelah dipilih jadi anggota kabinet, maka dia harus bekerja sepenuh hati melaksanakan visi dan misi Presiden.

Anggota kabinet itu tak boleh mengeluh dan pantang menyerah dalam melayani publik. Kalau semua anggota kabinet fokus bekerja untuk kepentingan rakyat.

Berita Terkait : Parlemen Untuk Rakyat

Artinya, semua keluhan, langsung direspon dan dicarikan solusinya, pasti rakyat akan puas. Jadi sekali lagi, siapapun boleh atau sah-sah saja memburu atau mengincar kursi menteri.

Tapi apakah dia akan dipilih atau tidak, yang menentukan adalah Presiden. Karena memang itu hak prerogatif Presiden.