Senyum Dildo

SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nurhadi, tukang pijat. Edwin pintar komputer. Dia juga mengerti media sosial. Keduanya dari Jawa Tengah. Edwin minta izin mau menjadikan Nurhadi sebagai capres lucu-lucuan. Nurhadi setuju.

Capres sudah, wakilnya belum. Muncul nama Aldo. Cocok. Tak perlu mahar. Tak perlu “uang perahu”. Tak butuh lobi sana-sini. Tak perlu survei dan perhitungan njelimet. Deal. Jadilah keduanya berjodoh.

Pasangan ini kemudian disingkat Dildo. Lucu. Karena, dildo identik  dengan urusan orang dewasa, 18 tahun ke atas. Pasangan ini “dapat” nomor urut 10. Namanya, “Koalisi Indonesia Tronjal-Tronjol Maha Asyik”.

Mereka disambut hangat. Jadi viral. Sangat terkenal. Jadi trending topic. Fotonya dimana-mana. Kutipan pernyataan-pernyataan mereka lucu-lucu. Menghibur. Juga menyindir. Kutipan pernyataan tersebut berasal dari warganet. Lalu ditempelkan di foto “dildo”, seolah-olah itu pernyataan Nurhadi. Nurhadi tak keberatan. Enjoy aja.

Tidak sedikit yang kemudian menyebut “Dildo Adalah Kita”. Wajah kita. Mewakili perasaan kita. Perasaan sumpek karena pertarungan dua pasangan sangat panas. Saling serang, saling lapor, saling menjatuhkan. Mulai dari Pilgub DKI Jakarta, sampai sekarang. Masih berantem.
 Selanjutnya 

RM Video