Kejutan, Tantangan dan Godaan

SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nadiem Makarim Mendikbud. ini salah satu pilihan “gila” Presiden Jokowi dalam pengumuman kabinet, kemarin. Ini luar biasa. Anti mainstream. Out of the box.

Nilai kejutannya 9,5. Hasilnya, masih perlu ditunggu. ini menarik. Karena, banyak yang menduga Nadiem, milenials, tokoh spektakuler yang membidangi lahirnya Gojek itu, akan ditempatkan di ekonomi kreatif, ristek atau investasi. Tapi ini mendikbud.

Dipegang anak muda. Luar biasa. Kita apresiasi pilihan ini. Kita berharap, di tangan Nadiem, akan lahir terobosan-terobosan di dunia pendidikan Indonesia.

Berita Terkait : Mahasiswa Masih Menunggu Respon

Tentu saja tanpa meninggalkan sisi kebudayaan. Karena, pintar tapi meninggalkan kebudayaan, akan sangat hambar. Kering. Jepang misalnya, bisa menyandingkan kemajuan dan kebudayaan.

Pilihan lain yang mengejutkan adalah Jaksa Agung. Jabatan ini akhirnya kembali ke orang dalam yang tidak berbasis partai. Awalnya, Mahfud MD yang di duga kuat akan menjabat Jaksa Agung. Ternyata tidak. Pilihan jatuh ke Burhanuddin, mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

Orang dalam. Dia merupakan adik dari tokoh PDIP Tb Hasanuddin. Sebelumnya, jaksa agung dipegang orang dalam. Berlatar belakang parpol pula. Kiprahnya dinilai “biasa-biasa” saja. Bahkan, ada rumor kiprah “Gedung Bundar” menjadi salah satu penyebab timbulnya riak hubungan antara PDIP dan Nasdem beberapa tahun terakhir.

Berita Terkait : Kursi Menteri

Sekarang, kejaksaan agung benar-benar di bawah kendali Presiden. Harapan dan pesannya tetap sama: tidak ada tebang pilih, lawan disikat dan diikat, tapi kawan dimanja. Semoga tidak seperti itu.

Pilihan lain yang mengejutkan adalah Menteri Agama Fachrul Razi. Ini mendobrak tradisi sebelumnya dimana menteri agama sangat kental dengan ormas keagamaan.

Dan tentu saja, yang paling menggemparkan adalah Prabowo Subianto yang sekarang menjabat Menteri Pertahanan. Kejutan lainnya adalah tidak masuknya PAN dan Demokrat. Apapun Istilahnya “penyeimbang, mitra kritis, oposisi” semestinya, kontrol dan pengawasan tetap diharapkan dari mereka yang di luar.

Berita Terkait : Duh, OTT Lagi

Kepada para menteri, selamat bekerja. Semoga selamat sampai akhir masa jabatan. Bukan hanya itu, Kalau Anda selamat, mestinya rakyat lebih selamat. Juga adil makmur, merata. Semoga tidak ada yang direshuffle atau tersangkut kasus. Kasus apa pun.

Seperti biasa, di awal-awal pasti ada yang melakukan gebrakan, mungkin ada yang sampai lompat pagar, mengimbau makan singkong ubi dan sebagainya, kita berharap gebrakannya tetap konsisten. Tidak “anget-anget tai ayam”.

Sekarang, nasib dan arah Indonesia sebagiannya ada di tangan Anda, para menteri. Mungkin nanti, di antara para menteri ini ada yang berpotensi jadi capres 2024. Karena, kabinet adalah kawah candradimuka. Juga latihan mendayung di antara beberapa karang. Penuh tantangan. Juga godaan. Selamat.