Teror

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Apapun yang terjadi, jangan kasih kendor. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus tetap dan terus kenceng menangkapi siapa saja yang terindikasi kuat melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan korupsi. Demikian karena tampaknya belum juga surut tindakan korupsi di berbagai lapisan pemerintahan.

Sampai saat ini, KPK terus mendapat laporan adanya permainan proyek anggaran dari “masyarakat”. Dan ketika diturunkan tim kecil saja, terbukti benar adanya. Para pelaku tindak pidana korupsi ini seperti kehilangan kesadaran dan pengetahuan bahwa dirinya dalam intaian. Bahwa mereka dalam persiapan untuk dicokok.

Demikianlah tanda orang yang gelap mata dengan tahta dan harta. Kehilangan sensor dan sensitifitas bahwa tindakan kejahatannya sooner or later akan terendus dan terciduk. Ini soal waktu saja. Soal giliran.

Kemalangan, kesialan, dan kehinaan ini biasanya menimpa mereka yang sudah kehilangan perasaan cukup dengan apa yang sudah diraihnya. Mereka sudah berlebih dan melampaui batas. Tidak bisa mengerem dorongan nafsu untuk berkuasa dan menumpuk harta. Mereka gelap mata dan kehilangan daya melihat realita.

Sejarah menjadi saksi bahwa mereka yang melampaui batas berakhir tragis dalam hidupnya. Mereka tersiksa dengan hasyrat yang tak pernah padam untuk menguasai, mengakumulasi harta, tahta. Sebelum akhirnya menggunung, ia mati di lumbung kekayaannya dalam keadaan bingung.

Orang-orang ditangkap dan diadili KPK sejatinya adalah kumpulan orang-orang tipikal demikian. Karena gelap mata, mereka pun bisa melakukan berbagai cara untuk keluar dari jeratan hukum. Dengan berbagai cara. Termasuk menggunakan jalur hukum jalanan. Teror kepada penegak hukum, kepada pimpinan KPK.

Teror kepada pimpinan KPK bukan yang pertama. Satu di antara yang fenomenal ialah kasus penyiraman air keras ke muka Novel Basweddan. Sampai saat ini belum terungkap siapa dalang di balik teror menciptakan rasa takut. Teror-teror seperti ini akan terus berlanjut kalau tidak ada pengungkapan siapa di balik semua. Ini bahaya.

RM Video