SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sampai kapan mahasiswa menggelar aksi demo? Belum ada tanda-tanda akan berhenti. Presiden Jokowi pun belum memberikan isyarat untuk menerbitkan Perppu untuk mengaktifkan UU KPK yang lama.Mahasiswa dan pemerintah saling menunggu. Siapa yang kuat staminanya? Tentu saja pemerintah.

Namun, gerakan mahasiswa tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi kalau masih terus berlangsung di seluruh Indonesia.Demo-demo tersebut walau gaung dan besarannya tampak menurun, tetap bisa menjadi kerikil yang bisa mengganggu pemerintahan Jokowi.

Karena itu, butuh perhatian dan respons segera. Apalagi kalau kemudian ada isu lain yang juga mencuat. Bisa melebar.

Berita Terkait : Nasdem-PKS Ada Apa?

Sejauh ini, mahasiswa masih bisa mensterilisasi isu yang mereka usung. Kelompok lain juga tak mau ikut nimbrung secara terbuka. Namun, melihat beberapa aksi, walau tak sebesar di awal-awal, gerakan mahasiswa tampaknya belum kehabisan bensin.

Apalagi isu anti korupsi atau penguatan KPK ini didukung masyarakat kampus, para profesor dan masyarakat sipil, maka perlu penyikapan serius. Isu ini diperkirakan akan kembali menguat bulan depan, ketika pimpinan baru KPK dilantik.

Publik juga akan mulai menilai kinerja pimpinan baru di bawah komando Firli Bahuri. Bersama Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, dan Alexander Marwata, mau tidak mau, yang pertama dilihat dari KPK adalah Operasi Tangkap Tangan (OTT). Apakah berkurang atau bertambah. Lalu siapa saja yang “kena” OTT.

Berita Terkait : Kejutan, Tantangan dan Godaan

Diragukan kemampuannya, Firli cs harus membuktikan bahwa mereka bisa. Bukan macan ompong seperti yang dikhawatirkan. Firli cs (2019-2023) akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Karena, sistem di KPK akan berubah. Misalnya, pimpinan KPK akan memiliki “atasan” baru yakni Dewan Pengawas yang ditunjuk Presiden.

Para pimpinan KPK sebelumnya, walaupun diragukan, namun dalam perjalanannya, bisa mematahkan keraguan itu. Karena, sistem KPK sudah sangat baik.

Siapa pun yang masuk, akan menyesuaikan dengan sistem tersebut. Ibaratnya, kalau kucing masuk KPK, dia akan menjadi singa. Di tengah kondisi yang berubah inilah Firli cs akan beradaptasi. Hanya kinerja dan prestasi yang bisa membuat publik percaya dan yakin.

Berita Terkait : Kursi Menteri

Sekarang KPK terlihat adem ayem. Reaksi pro kontra kemungkian akan kembali muncul ketika Presiden memilih anggota Dewan Pengawas. Siapa saja personelnya akan mengundang perhatian dan reaksi publik. Bisa positif. Bisa negatif.

Presiden bisa menarik pelajaran dari pemilihan Panitia Seleksi pimpinan KPK yang mengundang kontroversi beberapa bulan lalu. Kalau pun ada pemilihan Dewas, nantinya, prinsip kehati-hatian, sangat dibutuhkan. Karena, salah pilih, bisa mengorek luka lama yang belum kering.

Mahasiswa dan publik menunggu langkah apa yang akan diambil Presiden terkait KPK dan strategi pemberantasan korupsi secara menyeluruh. Bagaimana kiprah Polri dan Kejaksaan Agung, juga menarik ditunggu.***