Ayo Bersatu Melawan Hoaks

ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam dua pekan terakhir, politik negeri ini terus diganggu berita-berita bohong atau hoaks. Berita bohong paling heboh adalah masuknya 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Tapi untunglah, hoaks tersebut cepat ditangkal oleh aparat penegak hukum, sehingga nama Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak rusak. Kalau hoaks model begini sempat berkembang liar, maka bukan hanya KPU nya yang terdelegitimasi, wibawa pemerintah pun bisa hancur.

Dalam menghadapi Pilpres dan Pileg serentak 17 April 2019 mendatang, semua pihak hendaknya menahan diri, untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak proses Pemilu.Timses masing-masing  pasangan capres dan cawapres sudah saatnya untuk tidak membuat pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan.

Begitu muncul hoaks, timses kedua pasangan calon harus serentak menangkalnya. Sedangkan pihak kepolisian secepatnya memburu si pembuat hoaks. Setelah tertangkap, langsung periksa dan adili. Biar mereka jera.

Hoaks itu bukan hanya merusak demokrasi, tapi juga dapat memicu konflik horizontal. Apalagi, hoaks yang bernuansa SARA, kalau tak segera ditangkal, bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Publik sebenarnya berharap para elit politik bersatu melawan hoaks. Keinginan mereka simpel. Ayo rame-rame kutuk otak pembuat dan penyebar berita bohong. Jangan cekoki rakyat dengan hoaks. Mereka sudah muak dengan berita bohong.

Dalam masa kampanye yang tinggal dua setengah bulan lagi, sampaikanlah kepada rakyat berita-berita yang benar atau sesuai fakta. Terutama berita yang memberikan harapan kepada rakyat untuk bisa  hidup lebih baik pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Karena itu berlomba-lombalah menyampaikan kabar baik dan berita benar. Rakyat itu suka berita atau kabar baik. Karena itu, siapa yang suka membagikan kabar baik dan berita benar pasti akan disukai rakyat, baik dalam Pilpres maupun Pileg.

RM Video