Ada Lagi Yang Bebas?

SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertanyaannya: apakah akan ada tersangka atau terdakwa lain yang akan bebas? Apakah banyak saksi yang tak lagi menaruh hormat ke KPK? Apakah KPK sedang galau?

Ya, ini terkait vonis bebas yang diterima mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir di pengadilan Tipikor, kemarin.

Sofyan dinyatakan tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Mensos Idrus Marham. Sofyan akhirnya bebas. Keluar dari Rutan KPK. Kembali ke rumah. Dia orang ketiga yang lolos dari KPK di sidang tingkat pertama.

Kita harus menghormati putusan ini. Kalau memang Sofyan tidak bersalah berdasarkan hasil persidangan, ya harus dihormati.

Berita Terkait : Cangkul 4.0

KPK masih punya hak untuk melakukan banding. Ini juga harus dihormati. Kalau di tingkat banding Sofyan dinyatakan bersalah, harus dihormati juga. Demikian pula kalau dinyatakan tidak bersalah, ya harus dihormati.

Masalahnya sekarang, bebasnya Sofyan berbarengan dengan isu pelemahan KPK.

Ada yang kemudian bertanya, apakah beberapa tersangka lain berpotensi dibebaskan juga? Apakah KPK tak punya gigi lagi? Apakah KPK sedang galau karena dilanda “angin topan” yang datang dari banyak arah? Apakah KPK akan segera “dikubur” dan menjadi catatan sejarah? Apakah pemberantasan korupsi di Indonesia sedang berjalan mundur?

Mestinya KPK tetap tegar. Karena korupsi masih menjadi persoalan serius di negeri ini. Di ujung senja KPK periode Agus Raharjo cs yang berakhir bulan depan, mestinya ada legacy yang layak diingat. Ada kado indah buat rakyat. Apa pun bentuknya.

Berita Terkait : Nasdem-PKS Ada Apa?

KPK memang tak lagi seperti yang dulu. KPK akan segera memasuki babak baru. Perppu KPK yang diharapkan dikeluarkan Presiden, tampak nya tak akan keluar. KPK akan menggunakan UU yang baru.

Bulan depan KPK akan memiliki Dewan Pengawas pilihan Presiden Jokowi. Lembaga baru ini akan menjadi salah satu ujung tombak KPK.

Siapa yang akan jadi Dewan Pengawas pilihan Jokowi akan menentukan wajah KPK ke depan. Juga akan menentukan arah pemberantasan korupsi di Indonesia. Apakah akan maju, jalan di tempat, atau justru akan mundur.

Kita berharap, Dewan Pengawas bisa mengobati luka publik, termasuk para mahasiswa yang menggelar demo beberapa kali di seluruh Indonesia. Mestinya Presiden Jokowi tak punya beban dalam memilih Dewan Pengawas. Tak tersandera oleh parpol. Independen.

Berita Terkait : Mahasiswa Masih Menunggu Respon

Ketika Sofyan Basir divonis bebas, kemarin, ada yang bertanya: siapa lagi yang menyusul? Ini mungkin pertanyaan iseng. Prediktif. Ramalan. Tapi, bisa juga sangat serius. ***