BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus menuai kritikan, cibiran. Masih seputar anggaran pemerintahannya. Karikatur dan meme yang nyinyir kepada Anies masih terus diproduksi media. Sosial media lalu turut memviralkannya.

Sekeras apapun kritikan dan sepedas apapun nyinyiran, seorang pemimpin harus tetap bersikap cerdas. Tentu bukan harus bersikap acuh dan tak peduli namun sebaliknya dijadikan cermin kinerja pemerintahan. Kalau disikapi negatif bisa muncul bibit penyakit, karena yang demikian menarik hal-hal negatif.

Berita Terkait : Akur Luar Dalam

Selain itu, makian publik sejatinya merupakan vitamin rasa pahit yang menyehatkan jaringan tubuh organisasi birokrasi pemerintahan. Maklum, sering didapati tubuh pemerintahan ini tak sehat, karena kebanyakan lemak, yang mengakibatkan geraknya lamban. Gerakannya tidak gesit. Dengan program penyehatan tak sengaja ini diharapkan mereka bisa lebih rampit dan gercep.

Cercaan yang bertubi-tubi sejatinya dijadikan pupuk. Tidak ada pupuk terbuat dari emas. Para pemimpin datang menyambut kritikan dengan senyuman karena begîtu akan menyuburkan pohon pemerintahan. Begitulah pemimpin.

Berita Terkait : Politisi dan Sensasi

Dalam kaitan ini pula, dalam rumus kehidupan maka sesungguhnya, yaitu: Dihina tidak akan membuat seseorang hina. Direndahkan tidak akan membuat seseorang rendah. Bersabarlah atas hinaan dan saat direndahkan.

Demikian, hinaan akan membuat seseorang semakin mulia. Direndakan akan membuat kedudukan kita semakin tinggi, istimewa di hadapanNya dan seluruh makhluk ciptaanNya. Jadi, rayakan dan syukuri saja semua ini.***