BUMN Baru

SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - "Habis Ahok, Erick Thohir siapkan lagi figur heboh pekan depan”. Begitu judul berita di beberapa media online, pekan lalu. Siapakah dia? Ada yang menduga Sandiaga Uno. Mantan cawapres ini kabarnya diplot sebagai bos PLN.

Ada juga yang meramal Antasari Azhar. Entah jabatan apa, atau di BUMN mana yang dikaitkan dengan mantan Ketua KPK ini.

Juga bermunculan nama-nama mereka yang dianggap berkeringat di Pilpres lalu. Ada nama si ini, si itu. Macam-macam. Banyak. Yang pasti, kemarin, Menteri BUMN Erick Thohir sudah memanggil mantan pimpinan KPK Chandra Hamzah. Belum jelas, tugas apa yang akan diberikan kepada mantan Komut PLN ini.

Berita Terkait : Diancam Karena Beresin Jiwasraya, Erick Maju Tak Gentar

Pemanggilan ini tampaknya berkaitan dengan “bersih-bersih” atau penyegaran yang akan dilakukan Erick di ratusan BUMN. BUMN memang punya daya tarik luar biasa. Dengan aset mencapai Rp 8.092 triliun, BUMN bisa menggoda siapa pun. Juga mengundang kecurigaan mereka yang berada di luar kekuasaan.

Kita berharap, langkah dan gebrakan yang akan dilakukan Erick bisa membuat BUMN lebih sehat dan kuat sehingga bisa berlari lebih kencang. BUMN baru dengan citra dan performa yang luar biasa.

Kita juga berharap, Erick dan timnya bisa menghilangkan penilaian bahwa BUMN kerap menjadi sapi perah. Atau menjadi ATM. Jadi bancakan. Disantap ramai-ramai sampai yang tersisa hanya piring-piring kotor.

Berita Terkait : Mantan Dirut PT INTI Jadi Kandidat Dirut Garuda

Saatnya bagi pemerintahan Jokowi memberi peta jalan yang tegas dan jelas dalam mengurus dan memajukan BUMN. Sudah saatnya BUMN diberikan kepada mereka yang benar-benar profesional. Tidak dikaitkan dengan politik atau partai politik. Tidak ada rangkap jabatan di BUMN dan parpol. Tidak ada politiking.

Saatnya Indonesia melahirkan BUMN yang sehat. Tidak dihinggapi virus apa pun sehingga tak lagi terdengar ada BUMN yang rugi apalagi bangkrut. BUMN mesti menjadi motor penggerak percepatan perekonomian nasional. Menjadi pemain global yang diperhitungkan. Menjadi tumpuan harapan rakyat. Bukan sekadar “mainan” segelintir orang.

Gebrakan itu ada di tangan Jokowi. Juga Erick dan timnya. Juga DPR. Kita berharap ada rel dan peta jalan serta legacy yang luar biasa. Yang pantas dikenang rakyat dan patut dicontoh rezim mana pun. Siapa pun yang berkuasa. Sampai kapan pun. ***