Ke-Indonesiaan

BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kasus heboh wawancara Agnez Mo telah memancing kembali diskusi tentang makna dan pemaknaan ke-Indonesiaan. Agnez melalui potongan statement-nya telah dituding tidak punya kebanggaan terhadap Indonesia dan ke-Indonesiaannya. Benarkah demikian?

Agnez Mo tidak terima dengan cercaan dirinya tidak bangga dengan Indonesia. Sebaliknya, ia merasa Indonesia telah membuatnya seperti saat ini. Entahlah. Hanya hati Agnez yang tahu yang sesungguhnya. Tapi sesungguhnya itu hak seorang Agnez mau bangga atau tidak dengan negara tempat ia tumbuh besar. Ia yang punya pengalaman merasakan Indonesia. Ia yang pernah tahu bagaimana Indonesia telah memperlakukannya. Jadi terserah dia mengungkapkannya.

Berita Terkait : Marketing Pancasila

Namun tentu, kebebasannya mengungkapkan semua terbelenggu kebebasan yang lain. Sebagai seleb, sikapnya tentu jadi panutan. Ketika idola mengatakan sesuatu yang mengganggu bisa merusak kualitas kefansannya.

Belum lagi haters, seperti menemukan kayu bakar kering campur minyak. Ke-Indonesiaan itu memang sulit didefiniskan dalam praktek keseharian. Namun rasanya fair bila ke-Indonesiaan dikaitkan dengan kontribusi kepada Indonesia. Membuat bangga Indonesia di mata dunia. Ke-Indonesiaan itu prestasi kerja. Dibidang apa saja. Tapi mendapat recognisi.

Berita Terkait : Surat Cinta Untuk Guru

Membuat Indonesia lebih harum namanya. Indonesia melambung nama baiknya ke pentas dunia. Ke-Indonesiaan bukan cuma darah dan kewarganegaraan. Tapi action untuk Indonesia. Mari membangun keIndonesaan dengan melakukan sesuatu yang berharga untuk masyarakat, kepada bangsa, Agama dan Negara.***