Bendera

BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebulan terakhir ini energi bangsa ini terkuras gara-gara sehelai kain. Gontok-gontokan di sejumlah daerah, nyaris pecah jadi tonjok-tonjokan. Anak-anak Indonesia yang ramah kini jadi mudah marah. Makin kesini sumbu emosinya semakin pendek.Kita berharap berubahnya temperamen bangsa ini hanya sementara, hanya karena kita memasuki babak perempat final tahun politik. Jadi gesekan masih terus meningkat, wajar bila semakin panas, sehingga memercik api. Api perbedaan ini muncrat, terasa hawanya.

Kita berharap, gesekan-gesekan yang memercikkan api ini tidak sampai menjadi kobaran api. Kita khawatir di antara percikan-percikan itu ada yang menyiramkan bensin, atau gas, atau bahan peledak, yang bisa mengakibatkan explotion dengan daya rusak tinggi. Ini bahaya.

Berita Terkait : Politik Hantu


Kalau sudah jadi kobaran api, lalu angin kencang bertiup dari segala penjuru, bisa mencipatakan bola api yang menggulung, menyulut api di mana-mana. Jilatan api itulah yang akan mempercepat hangusnya bangunan-bangunan kebangsaan kita. Sungguh ini jangan sampai terjadi.

Terkait bendera yang membuat kita ribut besar, sungguh kita bersandar kepada aparat intelijen kita jangan sampai memble. Mereka harus kerja keras untuk memastikan pelaku adu domba, produsen hoaks, dan para aktor intelektual bayaran yang hanya ingin negeri ini hancur. Bergeraklah dengan cepat.

Berita Terkait : Dunia Politik Makin Telanjang

Kita juga mencemasi ulah yang telah mendistorsi simbol dan makna kalimah Tauhid. Betapa gara-gara oknum umat menafsirkan secara sempit makna tauhid. Menempatkannya secara salah kaprah. Akibatnya anak-anak bangsa ini yang alergi dengan kalimah Tauhid.


NKRI harga mati. Tidak bisa ditawar lagi. Please jangan lagi ada yang mengkapitalisasi secara politik simbol agama. Harus lebih cerdas lagi berpolitik. Harus lebih dewasa lagi hidup berbangsa dan bernegara. Harus lebih matang berdemokrasi. Selamat Hari Pahlawan. Jadilah pahlawan untuk diri dan orang-orang terdekat kita.