Ayo Potong Calo Investasi

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kondisi ekonomi global yang memburuk sejak awal tahun ini telah menyebabkan perekonomian negara-negara berkembang terpuruk. Kondisi yang buruk ini menurut IMF dan Bank Dunia masih akan berlanjut tahun depan.

Seluruh anggota kabinet tentu harus putar otak mencari terobosan baru supaya ekonomi Indonesia tidak ikut terpuruk.

Presiden Jokowi memprediksi, pertumbuhan ekonomi tahun ini mentok di angka 5,04 sampai 5,05 persen. Angka ini di bawah target pemerintah, 5,3 persen.

Berita Terkait : Copot ! Pejabat Doyan Impor

Jokowi pasrah sekaligus bersyukur. “Pasrah karena tidak bisa mencapai target. Bersyukur karena kondisi Indonesia masih jauh lebih baik dibanding negara-negara lain,” ujar Presiden di Jakarta, Kamis (28/11) lalu.

Supaya pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa terjaga di angka 5 persen atau 5,1 persen, maka seluruh anggota kabinet harus fokus pada upaya memacu pertumbuhan investasi. Kita berharap ke depan tidak ada lagi aturan atau keputusan menteri yang menghambat investasi. Kita juga berharap tidak ada lagi oknum pejabat Pemda yang mempermainkan izin investasi.

Para gubernur, bupati dan wali kota sudah saatnya menyederhanakan izin investasi. Kalau izin investasi bisa diselesaikan tuntas dua atau tiga hari saja, tentu investor akan berbondong-bondong datang ke sini.

Berita Terkait : Jangan Ganggu Dunia Bisnis

Para kepala daerah juga sudah saatnya memotong peran calo investasi. Kalau ada oknum aparat Pemda yang memainkan izin, sekaligus menjadi calo, maka dia harus ditangkap dan dihukum berat.

Kerapkali terjadi, calon investor mengurungkan niatnya akibat diperas calo perizinan. Para kepala daerah bersama-sama aparat kepolisian dan kejaksaan mesti turun langsung meng awasi proses penyelesaian izin investasi. Kalau ada tanda-tanda permainan, aparat penegak hukum harus secepatnya bertindak.

Sedikitpun tak boleh ragu untuk menyapu bersih calo investasi. Upaya membersihkan proses pengurusan izin investasi dari para calo bukanlah hal yang mudah. Sebab, tidak sedikit calo investasi itu dilindungi orang dekat kepala daerah. Oleh karena itu, selain menindak tegas calo investasi, para kepala daerah juga mesti mengingatkan orang-orang dekatnya agar tidak ikut mem permainkan izin investasi.

Berita Terkait : Selamatkan Usaha Rakyat

Dalam situasi ekonomi dunia yang “sakit keras”, maka untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2 persen pada tahun 2020, di butuhkan kerja keras dan kerja cermat seluruh aparat pemerintah pusat dan daerah untuk menggenjot investasi.

Ayo bersama-sama pangkas izin investasi, stop peran calo dan tindak tegas oknum pejabat Pemda yang suka mempermainkan izin. ***