BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di mana-mana, kontender menawarkan janji dan harapan. Itulah kekuatannya. Apalagi bila petahana ternyata tidak cukup memuaskan ekspektasi publik. Tidak sedikit, karena memanfaatkan keadaan dan peluang ini, banyak petahana yang terjungkal.

Rekamannya bisa dilihat di berbagai hajat demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tingkat propinsi, kabupaten, dan atau kota. Tidak sedikit petahana yang tergusur oleh kontender, yang menawarkan figur segar, visi-misi, dan program pemerintahan lebih menjanjikan serta realistis. Ini soal kemampuan mengemas harapan dan janji.

Berita Terkait : Tanpa Teks, Tanpa Bocoran

Jalan akan semakin mudah bagi kontender untuk memanufaktur janji dan harapan. Apalagi bisa mampu membeberkan dengan data akurat betapa under performance-nya petahana dalam memaksimalkan waktunya untuk berbuat lebih banyak untuk rakyat. Dalam konteks Pilpres 2019, sepertinya inilah yang dicoba dilakukan Prabowo-Sandi.

Juga, tidak sedikit jumlah Petahana yang mampu mempertahankan prestasi dan memenangkan kembali kompetisi. Kekuatan mereka adalah sesungguhnya selain soal kekayaan jaringan, resources berupa program dan anggaran, juga rentetan success story. Tentu saja packagingnya harus dilakukan dengan cerdas dan benar.

Berita Terkait : Perang Politik & Kedewasaan

Sungguh sebuah kebodohan dan kesia-siaan bila ada Petahana yang gagal berbuat banyak untuk memanfaatkan kekayaan di atas. Pasti ada yang salah dalam nalar, dalam moral, dan internal tim kerjanya. Mereka telah membuang kesempatan emas menjalankan kekuasaan yang pro-kepentingan rakyat dan memenangkan hati pemilih.

Waktu lima tahun sejatinya cukup untuk men-deliver kekuasaan di genggamannya. Memang ini pekerjaan tidak mudah di tengah banyaknya godaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri. Apalagi saat meraih kursi, mereka habis-habisan dan menempuh jalan politik hutang serta balas budi. Ini yang sulit. Ia akan disendera karena hutang politik mereka.

Berita Terkait : Kejahatan Mafia Impor

Pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah paket Petahana plus harapan. Jokowi dituntut mampu mendedahkan bukti capaian-capaian di lima tahun kekuasaannya. Inilah kekuatannya. Juga, ia mampu untuk menutupi sisi kelemahan selama pemerintahannya. Jika pun ada dafta kegagalan, publik terobati dengan success story yang ditorehnya. Dan kita menyaksikan itu semua antara lain dalam panggung debat.