Debat Yang Menghibur

ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Acara debat perdana capres-cawapres, Kamis (17/1) malam lalu cukup menghibur. Awalnya, memang monoton, tapi kemudian di tengah sempat memanas dan akhirnya kedua capres dan cawapres berpelukan, sebelum debat ditutup. Damai dan semuanya tertawa.

Mereka yang ada di ruangan debat, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan itu awalnya sempat tegang, baik itu pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno. Mereka menunggu apa kejutan dari paslon masing-masing. Namun setelah debat berlangsung beberapa menit, perlahan suasana mencair.

Berita Terkait : Ayo Buka Harta Anggota Dewan


Debat dengan tema penegakan hukum, HAM dan korupsi selanjutnya berjalan datar-datar saja. Kedua paslon seperti menahan diri. Memang kemudian ada beberapa pertanyaan yang menggelitik, sehingga suasana memanas. Tapi kemudian dingin kembali.

Secara umum debat perdana ini cukup menyejukkan masa kampanye yang tensinya sempat naik dalam beberapa pekan terakhir. Kerap munculnya kabar bohong atau hoaks membuat tegang para pendukung capres-cawapres. Tapi beberapa hari sebelum debat, tensi sedikit menurun dan pasca debat suasana dingin kembali.

Berita Terkait : Legislatif Bersih, Negara Kokoh

Apa yang disampaikan capres dan cawapres dari sisi substansi memang belum bisa memenuhi ekspektasi publik yang terlalu tinggi. Harapan itu mungkin bisa dipenuhi di debat-debat berikutnya.


Tapi penting untuk dicatat, situasi politik yang kondusif ini mesti dijaga agar tetap dingin. Oleh karena itu, pada hari-hari dan pekan-pekan mendatang, tim sukses masing-masing paslon hendaknya menghindari kampanye yang berisi hujatan atau caci maki. Hal penting lainnya, debat capres-cawapres itu sebenarnya adalah sarana yang ampuh untuk sosialisasi Pilpres dan Pileg serentak 17 April 2019 mendatang.

Berita Terkait : Pers Wajib Perangi Hoaks

Dengan debat yang disiarkan secara langsung ke seluruh pelosok tanah air, maka akan semakin banyak orang yang tahu bahwa tanggal 17 April ada Pilpres dan Pileg yang dilaksanakan serentak.

Dengan demikian, debat itu memang banyak manfaatnya, khususnya untuk pendidikan politik rakyat. Debat juga jadi cermin demokrasi. Kemudian bisa jadi sarana adu gagasan untuk memajukan bangsa dan negara. Selain tentunya juga jadi hiburan untuk mereka yang tensinya sempat meninggi selama masa kampanye dua bulan terakhir ini.

RM Video