SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Angin segar itu berembus dari Istana. KPK wajah baru, edisi revisi diharapkan lebih baik dari sebelumnya. Sosok-sosok yang akan duduk di kursi Dewan Pengawas, misalnya, seperti kata Menko Polhukam Mahfud MD, adalah “orang baik-baik”.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menguatkan keyakinan dengan menyebut, Dewas KPK yang dipilih Presiden Jokowi merupakan “yang terbaik dan terbersih.” Senang kita mendengarnya. Menyejukkan. Memberi harapan. “Orang baik-baik. Terbersih. Terbaik”.

Mau apa lagi? Karena, saat ini sangat sulit mencari figur-figur seperti ini. Inilah yang dibutuhkan KPK. Jangan bertanya, terbaik buat siapa? Karena, tentu saja, terbaik buat bangsa dan negara.

Berita Terkait : Cuci Uang, Cuci Baju

Terbaik untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Bukan terbaik buat koruptor yang berharap ada peluang untuk melobi Istana supaya “menekan” Dewan Pengawas. Juga bukan buat mereka yang tersadap lalu buru-buru melobi supaya hasil sadapan tersebut dihilangkan dan kasusnya ditiadakan.

Tentu bukan itu. Kita yakin, di tangan Presiden, yang akan memilih Dewas, KPK akan berjalan jauh lebih baik. Kasus-kasus besar akan lebih mudah terungkap dan dituntaskan. Kasus-kasus lama, juga akan segera diselesaikan. Termasuk kasus-kasus yang pernah dilaporkan Presiden Jokowi, tapi belum sempat digarap KPK.

Sampai sekarang, belum terungkap, kasus apa yang dilaporkan Presiden tersebut. Sekarang, kasus-kasus tersebut lebih mudah diproses. Karena, Dewas, yang memiliki kewenangan besar, dipilih langsung oleh Presiden tanpa melalui panitia seleksi. Upaya-upaya pencegahan yang selama ini dikeluhkan, juga pasti akan jauh lebih baik.

Berita Terkait : Jangan Biarkan Konflik Mengeras

OTT yang selama ini di khawatirkan akan berkurang jauh, pasti akan berjalan seiring dengan upaya pencegahan. Pencegahan kencang, penindakan juga kencang. KPK mestinya memang lebih baik. Dalam segala aspek.

Karena, ini KPK baru, hasil revisi. Edisi revisi bukan hanya sekadar berubah warna dan bentuk. Tapi, harus lebih baik dan lebih sempurna. Ada pelurusan dan perbaikan dari edisi-edisi sebelumnya. KPK yang selama 20 tahun dinilai berhasil menciptakan sistem yang membuat “kucing akan menjadi singa kalau masuk KPK”, diharapkan akan tambah garang.

Kita yakin, pimpinan yang baru, Firli Bahuri cs yang dijadwalkan di lantik hari Sabtu, 21 Desember 2019, akan tetap menjadi singa pemberantasan korupsi. Karena, Agus Rahardjo cs, ketika dilantik empat tahun lalu, sempat diragukan. Ketika mengakhiri masa jabatannya pada 20 Desember pekan depan, Agus cs dianggap berhasil.

Berita Terkait : Hati-hati Amendemen

Selamat datang KPK edisi revisi. Selamat bekerja. Pimpinan KPK yang baru, yang terpilih di tengah gonjang-ganjing luar biasa, tentu akan jauh lebih baik. Seperti kata Fadjroel, “yang terbaik dan terbersih”. Buat siapa? Tentu saja buat rakyat. Bangsa dan negara. Bukan buat yang macam-macam.***