Peruntungan Gibran

BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Politik dan kekuasaan memang menggoda. Kali ini yang jatuh tergoda putra sulung Presiden: Gibran Rakabuming Raka. Ia mencoba peruntungan politik dengan maju di pemilihan Wali Kota Solo. Sebuah jalan karir yang yang telah melambungkan ayahnya di jagat perpolitikan.

Tampilnya Gibran di Solo membuat kontestasi politik di kota itu menjadi Pilkada rasa Pilpres. Pilkada dengan perhatian nyaris seluruh Indonesia. Semua mata tertuju ke Solo. Tentu bukan karena Gibran putra Presiden. Tapi ini soal prediksi masa depan politik dinasti di Indonesia.

Berita Terkait : Ibu Kota Indonesia Baru

Tentu bukan dalam makna kerajaan tapi dalam konteks tampilnya trah politik. Bertambah lagi daftar generasi kedua politik, di samping generasi ketiga trah politik.

Trah politik Bung Karno, ada putra-putri Megawati. Juga dari garis keturunan Guntur. Dari trah Soeharto telah banyak yang mencoba peruntungan. Dari trah SBY, ada dua putranya yang sudah bersiaga. Dari trah Amin Rais, ada putra-putrinya. Juga dari Surya Paloh. Mereka menyiapkan penerus.

Berita Terkait : Hukum Mati

Dan Jokowi rupanya menyiapkan penerus. Ke depan, kontestasi politik akan diramaikan oleh nama-nama mereka. Disamping tentu nama-nama tokoh populer yang sekarang menduduki posisi di berbagai daerah. Dan mereka tak kalah prestasi dan populis.

Satu hal yang membuat para putra-putri punya optimisme karena sebagian mereka merupakan pemegang saham partai. Mereka punya veto dalam prosedur penetapan candidacy. Mereka bisa menjadi kandidat tanpa proses uji kelayakan.

Berita Terkait : Dipuji di Luar, Dicibir di Dalam

Namun tentu di era demokrasi modern dan di zaman pemilihnya semakin rasional, para penerus trah politik ini harus bisa diterima pasar. Mereka tidak bisa melawan arus zaman milenial.

Mereka harus bisa meyakinkan generasi yang punya influence luar biasa di publik. Mereka harus bisa melakukan engagement dengan Netizen untuk bisa memimpin negeri ini. Selamat bertarung! ***