Ibu Kota Indonesia Baru

BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi semakin menunjukkan keseriusannya mengurusi kepindahan ibu kota. Terus menegaskan bahwa keputusan ini untuk Indonesia baru. Indonesia yang bukan hanya Jawa. Bukan sekedar pindah kantor.

Banyak negara yang telah jadi contoh kurang baik dengan keputusan memindahkan kota pusat pemerintahan. Kota-kota pemerintahan mereka yang seperti kota mati saat senja tiba. Tidak ada kehidupan. Penyebabnya karena penduduk kota itu umumnya pegawai pemerintahan.

Berita Terkait : Tahan Guncangan Krisis Ekonomi

Sepertinya tidak ada alasan bagi mereka yang bukan pekerja di kantor pemerintahan pusat untuk tinggal di situ.

Sangat tidak favorit untuk ditinggali kalangan swasta. Nyaris saja kota pemerintahan tidak punya daya tarik wisata apalagi daya tarik bisnis. Karena tidak disain sebagai destinasi turis dan bisnis maka wajar jika kota tersebut sepi pengunjung.

Berita Terkait : Peruntungan Gibran

Apakah ibu kota kita akan seperti itu? Presiden Jokowi menegaskan bahwa ibu kota baru yang dirancangnya harus menjadi gula yang bisa memancing semut-semut datang mengerumuni kota. Entah apa jenis ‘gula’-nya, mesti kita tunggu.

Sungguh ini penting untuk membedakan dengan negara lain. Pilihanya, ibu kota baru ini diintegrasi dengan destinasi wisata yang super lengkap dan menarik. Unik. Besar harapan banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang ke wilayah sekitar ibu kota. Kalau mampu mengundang kerumunan maka ekonomi pun akan bergerak.

Berita Terkait : Hukum Mati

Pilihan kedua, ibu kota diintegrasi dengan zona usaha bebas pajak. Baik pusat perbelanjaan maupun kegiatan bisnis yang diselenggarakan, harus menarik minat para jagoan belanja dan atau para pengusaha. Dengan demikian, ibu kota telah memberi makna baru bagi Indonesia. ***