Kencangkan Ikat Pinggang

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ekonomi global tahun 2020 diramalkan lebih suram dari tahun ini. Bahkan, akibat perang dagang China dan Amerika Serikat, badai resesi bisa datang lebih cepat.

Dalam situasi yang makin sulit, kita berharap pemerintah segera melakukan gerakan penghematan nasional.

Pertama, stop impor barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Kedua, stop pembangunan gedung pemerintah. Ketiga, stop pengadaan mobil dinas untuk pejabat eselon 1 dan 2. Karena mereka umumnya sudah punya mobil pribadi. Keempat, stop studi banding aparat pemerintah ke luar negeri.

Berita Terkait : ` Siaga Bencana `

Kita juga berharap sektor industri, baik swasta maupun BUMN membatasi impor bahan baku. Terutama, yang sudah bisa dihasilkan di dalam negeri. Impor bahan pangan dan buah-buahan sudah saatnya pula dibatasi.

Ayo stop impor beras, stop impor garam, stop impor bawang putih, stop impor gula konsumsi, stop impor jeruk. Kurangi impor apel dan batasi impor anggur.

Ayo bersama-sama kita kencangkan ikat pinggang. Mari hemat devisa, sehingga ekonomi negeri ini tidak ikut terpuruk saat ekonomi regional tiba-tiba kolaps akibat terkena badai resesi.

Berita Terkait : Gubernur Anti Korupsi

Kita juga berharap pemerintah menghentikan dulu proyek-proyek besar yang komponen impornya tinggi.

Ada obat mujarab, yang bisa dipakai saat ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda sakit, yaitu membuat proyek-proyek padat karya, yang 100 persen menggunakan komponen lokal.

Dengan proyek padat karya, mereka yang selama ini menganggur, bisa mendapatkan penghasilan. Ini penting agar roda perekonomian terus berputar.

Berita Terkait : Copot ! Pejabat Doyan Impor

Tahun depan Kementerian PUPR mesti memperbanyak proyek-proyek padat karya. Hal serupa juga harus dilakukan BUMN-BUMN besar. Ke depan, para menteri di bidang ekonomi mesti memberikan prioritas pada usaha rakyat dan pengusaha kecil.

Mereka inilah yang selalu jadi katup pengaman saat ekonomi negeri ini terpuruk. Jadi supaya negeri ini bisa selamat dari terjangan badai resesi, gerakan penghematan mesti dilakukan seluruh instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah.

Para menteri, gubernur, bupati dan wali kota harus jadi motor gerakan ini. Mereka mesti jadi contoh hidup sederhana, tanpa rumah mewah, tanpa mobil mewah, tanpa arloji mewah dan tanpa tas mewah. ***