` Siaga Bencana `

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bencana kembali mengancam. Setelah kebakaran hutan terjadi di musim kemarau lalu, kini di awal musim hujan, bencana banjir dan tanah longsor wajib diwaspadai semua daerah. Banjir yang terjadi di Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor dan sebagian wilayah Provinsi Banten sejak tiga hari lalu jadi peringatan bahwa daerah-daerah rawan bencana mesti siaga penuh.

Banjir di wilayah ibukota dan sekitarnya itu, bukan hanya merusak harta benda masyarakat, tapi juga menelan puluhan korban jiwa.

Memprihatinkan memang. Baru kali ini pula, banjir merusak ratusan kendaraan. Cuaca buruk diramalkan masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan. Banjir dan longsor diprediksi bisa terjadi lagi.

Kita berharap BMKG (Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika) lebih aktif memberikan informasi cuaca kepada para gubernur, bupati dan walikota supaya mereka siap mengantisipasi kapan kira-kira hujan ekstrem akan turun. Informasi perlu disampaikan minimal setiap enam jam.

Berita Terkait : KPK Masih Punya Taji

BMKG sebelumnya memang telah memperkirakan hujan ekstrem akan terjadi sampai Februari mendatang. Tapi informasi dan hasil analisa cuaca lebih detil perlu diberikan ke pihak-pihak terkait, terutama ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Basarnas(Badan SAR Nasional).

BNPB mencatat, terdapat 274 kabu paten/kota masuk areal bahaya sedang tinggi longsor. Jumlah warga yang berpotensi terdampak bencana mencapai 40,9 juta jiwa.

Dalam satu bulan ke depan, kita juga berharap semua instansi pemerintah, TNI dan Polri fokus serta siaga menghadapi bencana banjir dan longsor yang bisa datang sewaktu-waktu.

Kementerian PUPR juga mesti siaga 24 jam dan terus mencek kondisi bendungan dan tanggul tanggul sungai.

Berita Terkait : Kencangkan Ikat Pinggang

Dalam menghadapi bencana akibat hujan ekstrem, aparat Pemda harus selalu siap dengan upaya antisipasi. Terutama bagi wilayah rawan banjir dan longsor. Ini penting untuk mencegah kemungkinan jatuhnya korban jiwa.

Sudah saatnya pula dibentuk tim tanggap segera reaksi cepat, yang dipimpin gubernur, dengan anggota dari BMKG, BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, TNI dan Polri.

Khusus untuk daerah yang masuk areal bahaya longsor, Pemda mesti mengingatkan warganya supaya super waspada. Bahkan, kalau perlu mereka diimbau mengungsi dulu ke tempat-tempat yang aman.

Hujan ekstrem kemungkinan masih akan datang lagi. Hujan ekstrem itu bukan hanya akan mengguyur wilayah Jabodetabek, tapi juga beberapa wilayah lainnya di Pulau Jawa. Mari kita semua waspada dan siaga.

Berita Terkait : Gubernur Anti Korupsi

Kalau semua pihak siaga penuh menghadapi kemungkinan datangnya bencana banjir dan tanah longsor, tentu kerugian yang dialami masyarakat yang terdampak langsung maupun tidak langsung, tak akan terlalu besar.

Semoga kita bisa menghadapi bencana di awal tahun 2020 ini dengan penuh kesiapsiagaan. ***