BTP

BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dirinya tidak mau lagi dipanggil Ahok. Namanya sudah hampir melegenda sebetulnya. Namun ia memutuskan agar orang-orang memanggilnya dengan BTP saja.

Ya, Basuki Thahja Purnama, nama aslinya. Dan ia baru saja menghirup udara bebas. Hanya BTP saja sepertinya yang keluar dengan bangga, baik-baik saja, dan disambut bak idola. Ini sebabnya, ia dipenjara bukan karena skandal moral kekuasaan korupsi, tapi, lantaran keselo lidah yang mengcornernya jadi terpidana penista agama.

Berita Terkait : Presiden Sarungan

Selain kasusnya, atmosfir persaingan politik telah memaksanya untuk menerima semua kenyataan pahit itu. Namun, meski dinyatakan bersalah, BTP masih menaburkan aroma keharuman. Sebab sepanjang usia memimpin Jakarta, ia terbukti telah memberi keteladanan yang amat baik dalam mengelola pemerintahan.

Ahok banyak melakukan tindakan tegas kepada para mafia anggaran dan proyek di Ibu kota. Banyak yang tak suka dengan gebrakannya. Tapi ia maju terus. Mau tidak anggap populis dengan cara mengeksekusi sesuatu yang tidak legal.

Berita Terkait : Negara Pengutang

Suara-suara Lembaga Swadaya Masyarakat bahkan media yang mensponsori siapa saja misalnya yang menempati tanah ilegal ia sikat, ia lawan, dan memberinya alternatif yang lebih baik. Jakarta banyak berubah.
 Selanjutnya