Cepat Evakuasi WNI Dari Wuhan

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah virus corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China membuat WNI yang ada di sana stres dan ketakutan.Sementara orang tua dan sanak saudara para mahasiswa atau orang-orang yang bekerja di Wuhan, lebih cemas lagi.

Mereka sangat berharap, evakuasi bisa segera dilakukan. Mereka sudah tidak sabar lagi menunggu kapan orang-orang yang mereka sayangi bisa kembali ke tanah air. Apalagi, orang-orang yang ada di Wuhan kini mulai ketakutan akibat stok makanan yang makin menipis.

Lebih menyedihkan lagi, mereka mulai mengalami tekanan psikis akibat adanya berita-berita resmi maupun tidak resmi, yang menyebutkan terus bertambahnya jumlah korban meninggal.

Sampai Jumat kemarin (31/1) dilaporkan, 213 orang meninggal dunia akibat virus corona tipe baru itu.

Berita Terkait : Lawan Penyebar Berita Bohong

Presiden Jokowi sendiri telah memerintahkan kepada para menteri terkait, terutama Menlu Retno Marsudi dan Menkes Terawan Agus Putranto agar WNI yang berada di Provinsi Hubei segera dievakuasi.

Perintah Presiden mesti direspon para menteri dan Panglima TNI dengan secepatnya menyiapkan pesawat yang mampu terbang langsung dari Wuhan ke Jakarta. Tim dokter spesialis dan paramedis senior perlu disiapkan untuk pelaksanaan evakuasi.

Untuk itu, Menlu dan Dubes RI di China mesti terus menerus melakukan lobi dengan pihak Otoritas China supaya bisa secepatnya memulangkan WNI yang ada di Hubei.

Upaya Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Perancis dan Inggris un tuk mengevakuasi warganya dari Wu han layak kita ikuti. Kalau lobi dilakukan bersama-sama beberapa negara diharapkan izin evakuasi bisa keluar lebih cepat.

Berita Terkait : Ayo Selamatkan Nasabah Jiwasraya

Kita berharap paling lambat Selasa (4/2) pekan depan evakuasi sudah selesai dilakukan. Sedangkan untuk WNI yang berada di provinsi lain di China, evakuasi bisa dilakukan le bih cepat.

Persiapan di dalam negeri perlu dilakukan dengan menyediakan kamar-kamar isolasi dan karantina di rumah sakit terbaik bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan nanti.

Dokter ahli dan dokter super spe sialis juga harus disiagakan 24 jam. Untuk ini para pakar ilmu penyakit menular dari Fakultas Kedokteran UI, Unpad, UGM dan Unair mesti dilibatkan dalam tim khusus pencegahan penyebaran virus corona.

Alat deteksi yang mampu menentukan, apakah seseorang itu positif terjangkit virus corona atau tidak, juga harus tersedia di semua rumah sakit utama yang ada di kota-kota besar.

Berita Terkait : KPK Masih Punya Taji

Dengan persiapan yang matang, kita berharap WNI yang dievakuasi dari Wuhan bisa langsung masuk kamar isolasi atau karantina.

Setelah dinyatakan negatif terjangkit virus corona, baru diizinkan pulang ke daerahnya masing-masing.

Ini artinya, negara memang harus selalu hadir saat warganya mengalami kesulitan. Apalagi, ketika mereka tengah menghadapi ancaman penyakit menular di luar negeri. Seperti yang saat ini terjadi di Wuhan. ***