Menangkal Hoax Corona

SUPRATMAN
SUPRATMAN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada “info” yang beredar melalui medsos. Isinya: HP Xiaomi buatan China dapat menularkan virus corona. Setelah salaman dengan teman yang menggunakan HP tersebut, segeralah cuci tangan.

Ini hoax. Awalnya, bisa jadi, hanya sekadar bercanda. Tapi, karena ketika info berpindah dengan cepat, kemudian ditambah-tambahi, jadinya serius. Apalagi kalau disertai penjelasan dan istilah-istilah ilmiah, semakin seriuslah “infonya” diyakini sebagai kebenaran.

Bukan hanya di Indonesia, secara global juga berkembang hoax mengenai virus corona. Di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, bahkan ada yang percaya bahwa bir Corona Extra ada hubungannya dengan coronavirus yang mematikan itu.

Berita Terkait : Timpang, di Mata Dennis dan Lowy

Menurut Google Trends, pencarian untuk “virus corona bir”, “virus bir”, dan “bir coronavirus” meningkat tajam di seluruh dunia sejak 18 Januari. Bahkan, pencarian untuk “bir coronavirus” melonjak 3.233 persen.

Di Indonesia, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ada 36 kabar bohong atau hoax terkait penyebaran virus corona. Salah satunya, itu tadi: HP Xiaomi. Sedangkan hoax bir Corona, walau produk Meksiko tersebut juga didistribusikan di Indonesia, “infonya” tidak tercatat di Kominfo.

Sekarang, hoax semakin sulit dihilangkan, karena banyak yang berkepentingan dengan hoax. Yang bisa dilakukan adalah menangkalnya. Salah satunya dengan meningkatkan pendidikan masyarakat sehingga tidak gampang dikelabui info-info hoax dan disinformasi.

Berita Terkait : Figur 2024, Masih "Sersan"

Selain hoax kesehatan, hoax politik juga berkembang pesat. Apalagi menjelang pilkada dan pemilu legislatif serta ada isu-isu politik yang hangat, gelombangnya sangat besar. Ada orang jahat di-hoax-an sebagai orang baik. Atau sebaliknya, orang baik di-hoax-an sebagai penjahat.

Kita yakin pemerintah dan para elite politik bisa mengatasi kasus corona yang sudah menjadi isu global ini.

Keyakinan yang sama juga kita harapkan ketika menangani isu-isu kesehatan seperti BPJS dan pelayanan kesehatan, termasuk harga obat yang dinilai masih mahal.

Berita Terkait : Tontonan Menarik dan Main Tangan

Berbagai macam penyakit, termasuk stunting, juga menjadi isu penting. Lebih besarnya lagi, kesehatan dan kualitas SDM generasi muda Indonesia yang masih jauh tertinggal dari negara lain.

Semoga hoax apa pun bisa ditangkal. Dan yang tak kalah pentingnya, menyembunyikan kebenaran atau keadaan sesungguhnya, bisa lebih berbahaya dari berita bohong atau hoax.(*)