ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah virus corona bukan hanya memukul ekonomi China, tapi juga menekan banyak negara di Asia, termasuk Indonesia.

Ekspor komoditi dan barang setengah jadi ke China diramalkan menurun 25 persen. Bahkan enam bulan ke depan bisa anjlok hingga 40 persen.

Banyak industri di China mengurangi produksinya hingga 50 persen dari kapasitas terpasang. Terutama industri otomotif dan manufaktur. Akibatnya impor bahan bakunya pun menurun 20 sampai 30 persen.

Kita berharap wabah corona bisa secepatnya diatasi. Kalau wabah virus yang mematikan itu berlanjut hingga Maret atau April 2020, dikhawatirkan ekonomi China bisa terpuruk.

Berita Terkait : Bantu Bisnis Rakyat Kecil

HSBC dan lembaga-lembaga ekonomi internasional memprediksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini akan menurun 0,5 persen, dari 5,8 persen ke 5,3 persen.

Bahkan, untuk triwulan I tahun ini, penurunannya diramalkan bisa mencapai angka di atas 1,5 persen. Merosotnya ekonomi China tentu bisa menekan ekonomi RI. Tapi kita berharap pertumbuhan ekonomi negeri ini tidak menurun hingga di bawah 4,8 persen.

Upaya menggenjot pertumbuhan di tengah-tengah krisis ekonomi global akibat corona, bukanlah hal yang mudah. Butuh keseriusan dan kerja keras Menteri Perdagangan untuk mencari pasar baru, baik di Eropa maupun Afrika.

Mereka yang jadi ujung tombak mesti super kreatif, mencari pasar non tradisional untuk komoditi andalan ekspor. Sedangkan untuk menjaga supaya ekonomi rakyat tidak lesu, perlu sesegera mungkin disiapkan proyek- proyek padat karya.

Berita Terkait : Lawan Penyebar Berita Bohong

Untuk ini, Menteri PUPR mesti berada di lini terdepan menyiapkan proyek-proyek infrastruktur padat karya. Hal serupa juga mesti dilakukan BUMN karya. Kemudian, untuk mengatasi persoalan menurunnya jumlah turis asing, yang datang ke Bali, Yogyakarta, NTB, NTT dan Sumatera Utara,

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif perlu mencari terobosan baru yang bisa memancing turis lokal mendatangi destinasi wisata utama, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Kita berharap, dengan masih datangnya turis lokal ke Bali, Yogyakarta, Banyuwangi, Labuhan Bajo dan Danau Toba, industri kerajinan rakyat tetap bergeliat.

Dampak positif lainnya, industri penerbangan dalam negeri tetap bisa bernapas, meski pendapatan dari rute Internasional-nya anjlok.

Berita Terkait : Cepat Evakuasi WNI Dari Wuhan

Kita tetap berharap wabah virus corona secepatnya berakhir. Tetapi menghadapi kemungkinan masih berlanjutnya wabah virus tersebut hingga dua bulan ke depan, semua pihak mesti bersatu dan bekerja keras menjaga perekonomian negeri ini supaya tidak terpuruk. ***