ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah virus corona yang berawal dari Wuhan, China kini telah menyebar ke puluhan negara. Akibatnya, bisnis ekspor impor di sebagian besar negara asia, Eropa dan Timur Tengah lumpuh.

Terakhir, ekonomi kita pun ikut terpukul. Kegiatan ekspor impor Indonesia ke China dan sebaliknya menurun tajam. Lebih menyedihkan lagi industri garment yang sebagian besar bahan bakunya dari China, terancam gulung tikar. Suplai kain dasar dari negara tirai bambu itu terhenti sejak dua pekan lalu.

Hal yang sama dialami industri manufaktur, yang bahan bakunya berasal dari China. Kemudian, ekspor batubara, minyak sawit dan produk makanan jadi ke China juga terus menurun. Kali ini dunia usaha benar-benar merana kena corona.

Berita Terkait : Corona Bisa Picu Resesi

Dampak negatif berikutnya, pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya, diramalkan masih bisa mencapai 5,1 persen hingga 5,3 persen, akan jatuh ke angka 4,7 persen. Bahkan, kalau pertumbuhan ekonomi China dan negara-negara di sekitarnya turun 2 sampai 3 persen, ekonomi kita bisa turun lagi ke angka 4,4 persen saja.

Kita berharap penurunan pertumbuhan ekonomi itu tidak serta merta meningkatkan angka pengangguran secara signifikan.

Sejak pertengahan Januari 2020 lalu, di banyak negara, bisnis pariwisata misalnya, tidak bisa lagi jadi andalan. Ini akibat makin banyaknya orang takut bepergian jauh. Jadi wabah virus corona itu memang benar benar menakutkan.

Berita Terkait : Bantu Bisnis Rakyat Kecil

Sekarang ini tidak sedikit pemimpin dunia yang bingung dan gamang menghadapi wabah corona. Akibatnya, supaya tidak kolaps, tak ada jalan lain kecuali mereka berusaha memperkuat ekonomi domestiknya.

Untuk itu, kita berharap para penentu kebijakan di negeri ini fokus memperkuat ekonomi domestik. Sudah saatnya, semua anggota kabinet memprioritaskan kegiatan yang terkait dengan upaya mengatasi dampak negatif corona di bidang ekonomi dan kehidupan rakyat kecil.

Kementerian PUPR dan BUMN BUMN misalnya, mesti secepatnya menyiapkan proyek-proyek padat karya. Langkah pertama, untuk sementara, proyek-proyek infrastruktur skala besar direm dulu. Lalu perbanyak proyek skala menengah ke bawah, yang bisa dikerjakan dengan pola padat karya.

Berita Terkait : Ekonomi Lesu Akibat Corona

Dengan proyek-proyek padat karya yang dipimpin langsung oleh Menteri PUPR dan para pimpinan BUMN, daya beli rakyat kecil akan terjaga. Ini penting supaya roda perekonomian tetap berputar.

Untuk itu, para pejabat tinggi sudah saatnya bekerja keras 24 jam, tujuh hari seminggu untuk menyelamatkan ekonomi negeri ini dari ancaman keterpurukan. Kalau pejabat tingginya kerja keras, para pejabat di bawahnya pun dengan ikhlas akan ikut kerja keras. ***