Corona Bisa Picu Resesi

ISWARA DARMAYANA
ISWARA DARMAYANA

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah virus corona yang meluas ke puluhan negara telah mengakibatkan kegiatan ekonomi regional dan global anjlok. Di Asia kegiatan ekspor impor merosot tajam. Bisnis pariwisata lesu, industri kerajinan rakyat terpukul dan maskapai penerbangan sempoyongan. Dunia terancam resesi. Kalau ekonomi regional dan global jeblok, ekonomi kita bisa terpuruk.

Sejak awal pekan ini, sejumlah maskapai penerbangan asing membatalkan rute penerbangan ke berbagai bandara di Indonesia. Banyak pebisnis dan turis yang menahan diri untuk tidak bepergian jauh karena khawatir terhadap penyebaran virus corona.

Akibatnya, dalam tiga hari terakhir, pembatalan pemesanan kamar hotel di daerah tujuan wisata melonjak. Ini semua menyebabkan, bisnis biro perjalanan lesu.

Berita Terkait : Kena Corona, Bisnis Merana

Wabah virus corona ternyata amat dahsyat dan memukul hampir semua sektor andalan ekonomi. Mulai dari industri manufaktur, makanan dan minuman, pariwisata serta perdagangan.

Kegiatan bisnis di China, Hong kong, Korea Selatan dan Singapura kini setengah lumpuh. Otomatis ini akan menekan kegiatan bisnis di Indonesia.

Untuk menghadapi kondisi ekonomi yang mungkin bisa lebih buruk lagi, semua menteri harus kompak mencari solusi agar pertumbuhan ekonomi tidak jatuh ke angka 4 persen.

Berita Terkait : Bantu Bisnis Rakyat Kecil

Sudah saatnya pemerintah mengencangkan ikat pinggang. Stop dulu pembangunan gedung baru dan mega proyek infrastruktur.

Sudah saatnya pula, para politisi di DPR mengambil sikap yang sama untuk menyelamatkan ekonomi rakyat dari terjangan resesi global yang bisa datang lebih cepat. Tanda-tandanya sudah ada, yaitu makin lesunya ekonomi negara-negara maju, baik di Asia maupun Eropa.

Krisis ekonomi tahun ini diramalkan jauh lebih berat dibanding tahun 2008. Oleh karena itu, kita berharap Menteri Keuangan bersama Menteri PUPR dan Menteri Sosial cepat mengalokasikan dana untuk rakyat dalam jumlah besar. Terutama untuk memperbanyak proyek-proyek padat karya.

Berita Terkait : Ekonomi Lesu Akibat Corona

Jadi, pertama-tama, selamatkan dulu rakyat dari serangan virus corona. Ini tugas Menteri Kesehatan bersama-sama Pemerintah Daerah. Kedua, selamatkan ekonomi rakyat. Ini tugas Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri BUMN.

Ketiga, selamatkan rakyat miskin. Ini tugas Menteri Sosial. Jumlah bantuan untuk rakyat miskin, paling tidak mesti dinaikkan 50 persen. Kita berharap para politisi di Senayan ikut mendorong peningkatan bantuan langsung untuk rakyat. Apa lagi kondisinya darurat.

Ayo jangan pernah ragu membantu rakyat kecil di kala ekonomi negeri ini terpuruk akibat terkena dampak wabah virus corona yang mendunia. ***