Rupiah dan Covid-19

BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gawat. Ini bila pemerintah dan kita semua tidak bisa menahan laju tersungkurnya nilai tukar rupiah atas dolar. Dan ini bukan yang pertama ada faktor x yang membuat nilai tukar rupiah kepayahan.

Kali ini pemerintah harus benar-benar berpikir keras menemukan solusi di tengah pelambanan aktivitas ekonomi karena bayang-bayang pesebaran virus ganas covid-19. Ekonomi harus tetap menggeliat meski warga dihimbau work from home.

Berita Terkait : Hoax Covid-19

Covid-19 benar-benar telah berhasil menjadi hantu menakutkan. Ia berhasil menciptakan rasa takut yang meluas, merata di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Beberapa negara memutuskan kebijakan lockdown (mengurung diri) bagi warganya di rumah, di kota, di negara masing-masing.

Kebijakan lockdown sendiri benar-benar telah menambah suasana semakin mencekam. Rasa takut warga semakin meningkat menyaksikan banyak kota tiba-tiba sepi seperti kota mati. Tidak ada aktivitas kehidupan di sana karena mayoritas penduduknya di rumah masing-masing.

Berita Terkait : Lockdown

Ketakutan dihiasi kepanikan terjadi sebelum akhirnya kebijakan lockdown diberlakukan. Yaitu, kegiatan rush, serbuan warga untuk membuat stok logistik rumah tangga selama lockdown. Bener-bener sukses bikin suasana horror.

Kegiatan ekonomi menengah ke bawah yang biasa menjadi penyangga ekonomi negeri ini juga terancam. Sudah dollar tersungkur, pengusaha-pengusaha kecil menengah makin kesulitan bermanuver karena harga-harga dan komponen biaya meningkat karena efek dolar. Ini harus ada insentif pemerintah untuk tetap menstimulus kegiatan usaha mereka tetap berjalan.

Berita Terkait : Koalisi Gesit

Selamatkan dolar sepenting menyelamatkan warga dari Covid-19. Semua dilakukan agar yang menjadi korban bukan hanya nyawa warga tapi juga nyawa ekonomi bangsa ini. Bila tidak serius menanganinya maka bisa mengganggu perjalanan nasib bangsa ini. Bisa jadi usia republik ini tidak bisa mencapai usia 3 abad.