Jihad Lawan Covid-19

BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah ketegangan darurat dan tanggap wabah Covid-19, pernyataan dan aksi untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] adalah penting serta momentum. Ada banyak peristiwa dan tanda-tanda zaman yang menyebabkan upaya tersebut semakin urgen. 

Pernyataan dan ajakan untuk mematuhi imbauan pemerintah sebagai pemangku negara untuk bekerja, belajar dan ibadah di rumah misalnya telah memantik api keresahan yang bisa mendorong kepanikan massal. Oleh karenanya penting kita menggelorakan rasa persaudaraan sesama anak bangsa, merekatkan tali persaudaraan kenegaraan menghadapi pengrusak kebersamaan. 

Berita Terkait : Hoax Covid-19

Aksi publik mendukung upaya pemerintah untuk melakukan social and physical distancing untuk menekan laju penularan Covid-19 amat penting. Sungguh merupakan tanggungjawab konstitusional negara dalam melakukan upaya preventif. Namun semua dilakukan tanpa menimbulkan kekhawatiran, lantaran bila sampai terjadi bisa menyeret bangsa ini ke masa kegelapan. 

Tuntutan agar semua komponen bangsa menyatakan kembali kesetiaan dan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia juga didorong oleh realitas banyaknya negara-negara yang mengalami porak poranda, lantaran dilanda penyakit individualisme, anti gotong royong. Banyak kasus negara yang warganya sudah kehilangan negaranya sendiri. Negara sudah tidak hadir memberi rasa aman untuk kehidupan mereka. 

Berita Terkait : Rupiah dan Covid-19

Hilangnya negara dalam kehidupan warga karena terkoyaknya jalinan kebangsaan dan pada saat yang sama gagalnya negara menjadi unsur perekat kebangsaan. Negara rusak karena seluruh perangkatnya dipakai oleh segelintir elit yang mempersonalisasi negara sebagai properti pribadi. Semua harus tunduk pada kepentingan penguasa tiran ini dan barang siapa yang berbeda jalan dihabisinya. 

Apa yang telah dilakukan beberapa tokoh sungguh luar biasa. Upayanya yang terus mengkonsolidasi semua komponen bangsa agar terus menggelorakan semangat jihad dalam menjaga kesehatan NKRI patut diapresiasi dan didukung. Ancaman disintegrasi itu nyata, jangan sampai ada pembiaran yang bisa membuat kita menyesal. Hayu kita jihad bersama lawan serangan Covid-19.