Propaganda Asing

BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Isu adanya intervensi asing merupakan isu yang seksi untuk dimainkan. Sekaligus, merupakan isu yang sensitif. Kalau pandai memainkannya, bisa menangguk keuntungan politik.

Mengapa isu intervensi asing begitu seksi dan bisa mendapat be­nefit politik bagi yang berhasil menggorengnya. Kata asing lekat dengan sentimen terdasar yang sangat penting. Yaitu, sentimen kebangsaan atau nasionalisme.

Berita Terkait : Bertahan Atau Menyerang

Kalau sudah mengusik rasa kabangsaan maka akan menguat perasaan bersama melawan romantisme anti-kolonialisme. Perasaan nasionalisme erat kaitan dengan menguatnya kepemilikan musuh bersama. Dengan menguatnya common enemy, maka akan terjalin sentimen untuk bersama melawannya.

Dan mudah sekali mengusik sentimen emosi massa kalau isu kolonial dimainkan. Ini terkait memori kolektif bangsa ini. Sejarah republik adalah sejarah perlawanan melawan kolonial. Pilpres 2019 seperti Pilpres sebelumnya, tak luput dari gorengan isu intervensi asing.

Berita Terkait : Main Kasar VS Halus

Sepertinya keduanya punya intensi untuk mendapat keuntungan politik. Perbedaan selisih antara kedua kubu memang tidak terlalu besar. Masih dalam zona belum aman. Kartu isu asing oleh karenanya mulai dimainkan.

Kita lihat akhir dari permainan. Apakah akan nendang atau tidak. Keduanya harap-harap cemas dengan mulai meramaikan isu intervensi ini. Faktanya intervensi asing itu memang terjadi di negara kelas adidaya Amerika. Sekarang jadi sorotan di Amerika bahkan mengancam kedudukan Presiden berkuasa saat ini.

Berita Terkait : Kapitalisasi, Kriminalisasi

Ini artinya, campur tangan asing itu ada. Terjadi. Kelas Amerika saja kena. Apalagi tentu kelas Indonesia. Sangat besar kemungkinan, tentu dengan deal besar. Pasti tidak akan dengan cek kosong dukungan itu. Sekarang kita, rakyat, hanya menuntut kepada para calon pemimpin kita untuk tidak bermain api, dan bermain isu murahan seperti ini.

Harus punya percaya diri dan bukan zaman lagi berkonspirasi dengan asing untuk mewujudkan hawa kekuasaan. Biasa saja. Apa adanya. Jangan berhutang budi kepada siapapun apalagi kepada Asing. Naudzu billahi mindzaalik.